KabarLagi.Com— Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima Indonesia (APPSBI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran distribusi ribuan ekor sapi Bima ke wilayah Jabodetabek. Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, termasuk kendala teknis dan kematian hewan ternak sebanyak 16 ekor, pengiriman tahun ini tetap berjalan dengan baik dan penuh koordinasi.
Koordinator APPSBI, Furkan Sangiang menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Gubernur NTB yang dinilai sangat intens dalam mengawal dan mengoordinasikan pengiriman sapi dari awal hingga sampai di pelabuhan tujuan. “Kami sangat mengapresiasi peran Gubernur NTB yang tetap aktif berkoordinasi meskipun ada tantangan di lapangan. Ini bukti komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung peternak,” ujar Furkan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hilirisasi hasil pertanian, Balai Karantina Hewan NTB,Bali, dan Jatim, ASDP, Pelindo, Polres Lombok Barat, BPBD, Damkar Lombok Barat, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB yang turut membantu proses pengawalan dan pengiriman ternak. Dukungan logistik, pengamanan, hingga pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara terpadu demi menjaga kualitas dan keselamatan sapi.
APPSBI juga menaruh apresiasi tinggi kepada Pemkab Lombok Barat, Anggota DPRD Lombok Barat Dr. Syamsuriansyah, Gubernur Bali, serta Anggota DPRD Provinsi NTB, Abdul Rauf, Polsek Lembar, dan Polres Lombok Barat atas sinergi yang dibangun selama proses distribusi. Semua pihak dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlangsungan usaha peternakan lokal yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Bima.
“Meski terjadi kematian 16 ekor sapi dalam perjalanan, kami tetap menghargai kerja keras dan kolaborasi semua elemen. Ini menjadi pelajaran penting agar ke depan pengelolaan pengiriman dapat dilakukan lebih baik lagi, dengan antisipasi yang lebih matang,” tambah Furkan.
Furkan juga berharap sapi Bima tahun ini dapat terserap maksimal di pasar Jabodetabek, mengingat jumlah pengiriman yang terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia optimistis bahwa kualitas sapi Bima yang dikenal sehat, kuat, dan cocok untuk kebutuhan kurban akan menarik minat pembeli dari wilayah perkotaan.
Menutup pernyataannya, Furkan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga semangat kolaboratif dan menjadikan keberhasilan pengiriman tahun ini sebagai momentum kebangkitan peternakan lokal. “Kami percaya, dengan semangat gotong royong dan pembelajaran dari tahun ini, distribusi sapi Bima di masa depan akan jauh lebih lancar dan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi peternak. Dan kami memohon maaf jika selama proses pengiriman terdapat hal yang kurang berkenan,” pungkasnya.
