Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Gotong Royong Pulihkan Kota Pascabanjir

0
169

KabarLagi.Com–Menindaklanjuti arahan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram terus memperkuat sinergi dalam menanggulangi dampak banjir besar yang menerjang sejumlah wilayah Kota Mataram pada Minggu, 6 Juli 2025 lalu.

Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat, kegiatan gotong royong massal digelar sejak Selasa, 8 Juli 2025. Seluruh ASN dari lingkungan Pemprov NTB dan Pemkot Mataram diterjunkan ke berbagai titik terdampak, mulai dari kantor pemerintahan, pemukiman warga, hingga fasilitas umum yang terkena dampak banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa koordinasi antara Pemprov dan Pemkot terus dilakukan secara intensif. Dinas PUPR Kota Mataram diberi mandat khusus untuk menangani kerusakan jalan, menilai kondisi jembatan (assessment), serta membersihkan lumpur dan material yang menutup akses transportasi warga.

“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan penuh dari Pemprov NTB. Koordinasi terus berjalan, khususnya terkait jalan dan jembatan, agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat melintas,” ujar Lale saat memantau pembersihan material yang menyumbat aliran Sungai Ancar di kawasan Kekalik, Selasa, 8 Juli 2025.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah membersihkan sampah yang menumpuk di aliran sungai agar air dapat mengalir lancar ke hilir. Selain itu, pembersihan jalan dan pemulihan jembatan juga menjadi prioritas guna memperlancar mobilitas masyarakat.

Warga pun menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah. H. Sabri, salah seorang warga yang tinggal di sekitar Sungai Ancar, Kekalik, mengaku sangat terbantu. Rumah dan lingkungan sekitarnya yang sebelumnya penuh lumpur dan sampah kini terlihat lebih rapi dan bersih.

“Sekarang semuanya sudah lebih bersih dibandingkan kondisi pascabanjir kemarin,” tuturnya.

Kegiatan gotong royong tersebut menyasar berbagai titik krusial di Kota Mataram, termasuk kawasan Kekalik, gorong-gorong Jalan Panji Tilar, Kebon Duren Selagalas, Sekarbela, serta sejumlah kantor pemerintahan yang terdampak banjir.

Pemerintah berharap, melalui aksi kolaboratif ini, pemulihan pascabanjir dapat berlangsung cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa.