KabarLagi.Com— Dalam upaya meningkatkan mutu pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Tim PPG Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melakukan kunjungan studi tiru ke Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Selasa (22/7).
Rombongan yang dipimpin oleh Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si, MCE., diterima langsung oleh jajaran pimpinan BPPG UNESA di Gedung BPPG UNESA Lidah Wetan. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sistem manajemen, implementasi pembelajaran, serta praktik baik dalam penyelenggaraan program PPG calon guru dan PPG Guru tertentu.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMMAT menyampaikan apresiasi atas penerimaan hangat dari pihak UNESA dan menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menyukseskan program strategis nasional di bidang pendidikan.
“Kami ingin belajar dari UNESA sebagai salah satu LPTK yang telah lama menjalankan program PPG dengan standar mutu yang sangat baik. Harapannya, kunjungan ini menjadi momentum untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan PPG di UMMAT,” ungkapnya.
Agenda kunjungan meliputi pemaparan sistem pelaksanaan PPG di UNESA, diskusi panel mengenai pengelolaan LMS, pengelolaan keuangan, sistem evaluasi kinerja dosen dan guru pamong, serta kunjungan ke ruang laboratorium microteaching.
Selain itu, kedua belah pihak juga menjajaki peluang kerja sama dalam bentuk pelatihan bersama, pertukaran instruktur, dan benchmarking berkelanjutan.
Kepala Badan PPG UNESA, Dr. Fatkur Rohman Kafrawi, M.Pd. menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap hubungan antarlembaga dapat terus terjalin dalam upaya bersama mencetak guru profesional yang unggul dan berdaya saing global.
“Pendidikan guru adalah investasi masa depan. Sudah sepatutnya kita saling belajar dan memperkuat jaringan agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat,” tuturnya.
Kegiatan studi tiru ini ditutup dengan penyerahan cenderamata dan dokumentasi bersama sebagai simbol kolaborasi dan persahabatan antar kedua institusi.
