Disiplin dan Branding Sekolah Jadi Kunci: Muhammadiyah Siapkan Guru Unggul Era AI

0
225

Kabarlagi.Com— Semangat peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Muhammadiyah NTB terus menggelora. Dalam lanjutan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding AI, dan Penguatan Karakter, para peserta dibekali materi yang menekankan pentingnya disiplin, inovasi, dan branding sekolah Muhammadiyah agar mampu bersaing di era kecerdasan buatan.

Dr. Mulyana, selaku copilot kegiatan, menegaskan bahwa disiplin menjadi “nafas” utama dalam bimtek ini.“Peserta hanya 100 orang, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Kita ingin peserta serius, datang tepat waktu, dan mengikuti seluruh sesi dengan komitmen tinggi,” ujarnya saat sambutan di acara pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam, Koding Kecerdasan Buatan (AI), dan Penguatan Pendidikan Karakter di Wisma Balai GTK NTB. Rabu (5/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa materi bimtek disusun komprehensif, menghadirkan pemateri dari sekolah-sekolah unggulan di Jawa dan berbagai daerah, agar guru-guru Muhammadiyah NTB mendapatkan inspirasi nyata dalam pengembangan sekolah.

Dr. Mulyana juga menyoroti pentingnya branding sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, dari 52 sekolah Muhammadiyah di NTB, belum ada satu pun yang jumlah siswanya mencapai seribu. “Ini fakta yang harus kita ubah,” tegasnya.“Indikator sekolah maju adalah meningkatnya jumlah siswa dan kualitas SDM-nya. Kita perlu branding kuat lewat olimpiade, lomba guru inovatif, atau kegiatan kreatif lainnya. Sekolah Muhammadiyah harus tampil modern dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, M.A., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional, mengingatkan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama AI, bagi para guru Muhammadiyah.“Kita berada di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat. Maka kita juga harus mampu berinovasi dan menguasai teknologi, khususnya di bidang AI,” terangnya.

Ia berpesan agar guru-guru Muhammadiyah terus meningkatkan kualitas diri dan metode pembelajaran agar pelayanan pendidikan semakin baik.“Guru-guru Muhammadiyah harus terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Kita ingin memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” pungkasnya.

Kegiatan bimtek yang berlangsung hingga 9 November 2025 yang dikuti 100 peserta dari sekolah muhammadiyah Se NTB ini, diharapkan menjadi momentum kebangkitan sekolah-sekolah Muhammadiyah di NTB  melalui penguasaan teknologi, penguatan karakter, dan strategi branding yang kokoh untuk membangun sekolah unggul, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.