Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Pemerintah Kerahkan Sumber Daya Besar Tangani Bencana

0
181

KabarLagi.Com–Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara pada Senin, 15 Desember 2025. Dalam sidang tersebut, Presiden menyampaikan laporan dan arahan terkait perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia yang terdampak.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dan terkoordinasi dalam memastikan keselamatan serta pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana. Salah satu langkah utama yang disampaikan adalah pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga. Presiden mengungkapkan bahwa mulai pekan ini pemerintah telah memulai pembangunan 2.000 unit rumah bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, Presiden memastikan bahwa anggaran penanganan bencana telah disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah pusat juga telah menyalurkan dana operasional secara langsung kepada pemerintah daerah terdampak, di luar anggaran pemulihan yang telah direncanakan.

“Semua gubernur yang terdampak langsung saya perintahkan mengirim dana operasional taktis sebesar 20 miliar rupiah. Semua bupati dan wali kota di 52 kabupaten kota terdampak langsung saya kirim 4 miliar rupiah. Tiga hari setelah instruksi saya, uang sudah sampai di semua kabupaten,” ujar Presiden Prabowo dalam sidang tersebut.

Dalam upaya mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar, pemerintah juga telah mengirimkan sekitar 1.000 unit alat berat ke daerah bencana. Alat-alat tersebut meliputi truk, ekskavator, tangki air bersih dan air minum. Presiden menambahkan bahwa pemerintah kembali menambah pengiriman truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet-portabel untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

Di sektor infrastruktur, Presiden mengungkapkan bahwa pembangunan 50 jembatan bailey tengah dilakukan, dengan tujuh jembatan di antaranya telah selesai dibangun dan mulai difungsikan. Untuk menjaga keamanan dan membantu proses evakuasi serta distribusi bantuan, sebanyak 50 ribu personel TNI dan Polri telah ditugaskan di wilayah terdampak.

Pemerintah juga mengerahkan dukungan udara dengan mengirimkan 50 helikopter serta sejumlah pesawat angkut guna memastikan distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengerahan sumber daya secara besar-besaran ini mencerminkan kapasitas Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat, serta mampu menangani bencana dengan kekuatan sendiri melalui sinergi seluruh elemen pemerintah dan aparat negara. (Sumber: Seskab)