NTB Perkuat Kualitas Pendidikan, Guru PPPK Paruh Waktu Dapat Tambahan Penghasilan

0
90

KabarLagi.Com–Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perluasan akses belajar, penguatan kompetensi, serta peningkatan kesejahteraan guru.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pemberian tambahan penghasilan bagi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK-PW). Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan anggaran untuk memberikan insentif minimal sebesar Rp500 ribu kepada 1.759 guru, yang direncanakan mulai disalurkan pada September 2026.

Gubernur NTB, Dr. H. L. Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap guru PPPK paruh waktu yang selama ini bergantung pada jumlah jam mengajar. Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal daerah, pemerintah tetap berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya besar daerah dalam mendorong kemajuan sektor pendidikan. Ia juga menekankan peran Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi lebih kepada pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Gubernur menegaskan pentingnya memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan tanpa terkecuali. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari dinas, kepala sekolah hingga guru, untuk bersama-sama menekan angka putus sekolah serta meningkatkan mutu bahan ajar dan kualitas pengajar.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan arah kebijakan strategis nasional di bidang pendidikan dasar dan menengah. Beberapa di antaranya meliputi revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan, peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru melalui program beasiswa, serta penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah.

Selain itu, peningkatan kualitas pembelajaran juga didorong melalui penguatan literasi dan numerasi berbasis STEM (science, technology, engineering, and mathematics), serta pengembangan sistem evaluasi akademik yang mencakup aspek olahraga dan seni. Pemerintah juga terus mengembangkan layanan pendidikan yang inklusif dan fleksibel melalui berbagai model seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, dan komunitas belajar.

Upaya peningkatan mutu pendidikan ini turut melibatkan empat pilar utama, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, yang diintegrasikan dalam kebijakan dan regulasi pendidikan daerah.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hardiknas, Gubernur NTB juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada tiga tenaga pendidik berprestasi, yakni Siti Nurhani dari SMA Negeri 5 Mataram, Kamtono dari SLB Negeri 1 Mataram, dan Ahmad Quroni dari SMK Negeri 1 Mataram. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam dunia pendidikan.