FGD UPLAND Sumbawa Hasilkan 18 Komitmen, Tantangan Ada di Tahap Lanjutan

0
14

KabarLagi.com—Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa keberhasilan Program UPLAND tidak cukup diukur dari selesainya pelaksanaan proyek, tetapi dari sejauh mana program tersebut dapat berlanjut dan memberi dampak jangka panjang bagi petani.

Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan rencana pembinaan lanjutan (exit strategy) Proyek UPLAND Kabupaten Sumbawa yang digelar Dinas Pertanian di Sumbawa, Senin (29/6).

FGD yang berlangsung selama dua hari itu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah dan tim proyek UPLAND. Dari hasil pembahasan, peserta merumuskan 18 komitmen bersama sebagai dasar tindak lanjut setelah proyek berakhir. Komitmen tersebut juga disebut akan menjadi salah satu indikator penilaian pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program di daerah.

Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, menyebut pembiayaan kegiatan bersumber dari pemerintah pusat. Ia mengatakan sejumlah inovasi yang diperkenalkan dalam program diharapkan tetap dijalankan dan dikembangkan oleh petani.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan dengan Dinas Pertanian terkait pengembangan korporasi petani. Selain itu, para pihak menandatangani komitmen bersama untuk keberlanjutan pengelolaan pertanian terpadu pasca proyek.

Sejumlah pihak menilai tantangan utama program justru akan terlihat setelah intervensi proyek berakhir. Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyebut program UPLAND telah mendorong perubahan, terutama pada pengembangan komoditas bawang merah. Namun, ia menekankan keberlanjutan praktik tersebut akan menjadi tolok ukur sesungguhnya.

“Keberhasilan program ini baru bisa dilihat jika petani tetap menjalankan dan mengembangkan budidaya yang sudah diperkenalkan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar komitmen yang telah disepakati tidak berhenti pada dokumen, melainkan segera diimplementasikan oleh masing-masing pihak.

Pemerintah daerah, menurutnya, berencana mengaitkan hasil program ini dengan agenda pembangunan pertanian yang lebih luas, termasuk upaya menjadikan Sumbawa sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Nusa Tenggara Barat.(TM)