Geliat UMKM Menguat di Hari Jadi Bima, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

0
13

KabarLagi.com—Momentum peringatan Hari Jadi ke-386 Kabupaten Bima tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga membawa dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Halaman depan Pendopo Kantor Bupati Bima dipadati berbagai lapak pedagang yang menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman, jajanan ringan, mainan anak-anak, hingga jasa fotografi. Kehadiran para pelaku UMKM ini turut meramaikan rangkaian kegiatan Pawai Rimpu yang diikuti ribuan peserta.

Di tengah teriknya cuaca, minuman segar menjadi salah satu komoditas yang paling diminati. Air putih dingin, es minuman, dan aneka minuman segar lainnya laris diburu pengunjung dan peserta pawai. Selain itu, makanan siap saji juga menjadi pilihan utama untuk mengisi energi selama mengikuti kegiatan.

Geliat UMKM tersebut dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap perputaran ekonomi lokal. Aktivitas jual beli yang berlangsung sepanjang acara menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada khalayak luas.

Tak hanya itu, suasana semakin semarak dengan adanya hiburan musik yang turut menghangatkan lokasi acara. Kombinasi antara kegiatan budaya, ekonomi, dan hiburan menjadikan peringatan hari jadi kali ini terasa lebih hidup dan inklusif.

Harga yang ditawarkan para pedagang pun relatif terjangkau, sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. Hal ini turut mendorong meningkatnya daya beli dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

Salah satu pedagang, Agil, mengaku sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menilai acara seperti ini sangat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kecil.

“Acara ini bagus, terutama buat kami pedagang. Sangat membantu ekonomi kami. Kalau bisa, kegiatan seperti ini diadakan lebih sering,” ujarnya.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM, peringatan Hari Jadi Bima ke-386 tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.(TM)