Ratusan Balok Kayu Diduga Hasil Pembalakan Liar Diamankan di Kawasan Hutan Tambora

0
12

KabarLagi.com–Ratusan balok kayu yang diduga berasal dari aktivitas penebangan liar di kawasan Hutan Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, berhasil diamankan petugas setelah adanya laporan dari masyarakat Dusun Ointala, Desa Serinomo.

Informasi yang diterima aparat menyebutkan terdapat tumpukan balok kayu yang disembunyikan di belakang area perkebunan tebu. Kayu-kayu tersebut diduga merupakan hasil pembalakan liar yang sengaja disimpan untuk menghindari pantauan petugas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan Intelijen Brigif TP 31/PS bersama anggota Provost dan Babinsa Desa Serinomo langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ratusan balok kayu tanpa pemilik yang tersusun di beberapa titik.

Seluruh barang bukti kemudian diserahkan kepada Kepala Resort Pekat, BKPH Wilayah VI RTK 53, Kecamatan Pekat, untuk diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Batih Intel Brigif TP 31/PS, Sertu Supardi, mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah memberikan informasi kepada aparat sehingga dugaan aktivitas pembalakan liar tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah memberikan informasi. Berkat kerja sama tersebut, temuan ini dapat segera ditindaklanjuti. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembalakan liar maupun pelanggaran lainnya di kawasan hutan,” ujar Sertu Supardi.

Menurutnya, sinergi antara TNI, aparat kewilayahan, petugas kehutanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya menjaga kelestarian Hutan Tambora dari berbagai bentuk perusakan hutan.

Sementara itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi kehutanan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan Hutan Tambora guna mencegah terulangnya praktik penebangan liar yang berpotensi merusak ekosistem hutan.

Warga juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas yang mengancam kelestarian kawasan hutan.

Kolaborasi antara masyarakat, aparat keamanan, dan instansi kehutanan diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan Hutan Tambora sebagai salah satu kawasan hutan yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat serta generasi mendatang.(TM)