KabarLagi.com–Transformasi sektor pertanian bawang merah di Kabupaten Sumbawa mendapat apresiasi dari International Fund for Agricultural Development (IFAD). Dalam kunjungan lapangan yang dipimpin Country Director IFAD, Hani Elsadani, Selasa (14/7), keberhasilan Program UPLAND dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, MP, mengatakan Program UPLAND telah membawa perubahan besar bagi petani lokal. Jika sebelumnya lahan bawang merah banyak digarap petani dari luar daerah karena keterbatasan modal dan pengetahuan, kini petani Sumbawa mampu mengelola lahannya sendiri.
“Dulu petani kita hanya menyewakan lahan. Sekarang mereka menjadi pelaku utama dan menikmati langsung hasil usahanya,” ujar Jarot saat menerima kunjungan Tim IFAD di Kantor Bupati Sumbawa.
Menurut Jarot, dukungan Program UPLAND tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pertanian, tetapi juga pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan petani, serta penerapan pertanian yang lebih berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, mengungkapkan selama enam tahun pelaksanaan, Program UPLAND telah menjangkau 1.838 kepala keluarga petani di 19 kecamatan dan 51 desa. Program tersebut juga membangun jalan usaha tani, infrastruktur air, menyediakan alat dan mesin pertanian, serta menyalurkan benih bawang merah untuk mendukung peningkatan produksi.
Keberhasilan program tercermin dari meningkatnya pendapatan petani. Budidaya bawang merah kini mampu menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah per musim tanam. Sejumlah petani bahkan berhasil membangun rumah, membuat sumur bor, hingga menunaikan ibadah umrah dari hasil usaha tersebut.
Country Director IFAD, Hani Elsadani, mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan masyarakat dalam menjalankan Program UPLAND. Menurutnya, capaian tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Bupati Jarot menegaskan, keberhasilan UPLAND tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari meningkatnya kepercayaan diri petani untuk mengelola lahannya sendiri.
“Yang paling penting, petani Sumbawa kini memiliki kesempatan untuk berkembang dan sejahtera di tanahnya sendiri,” tutupnya. (TM)
