Di Usia 6 Tahun, Nur Rizkia Belum Pernah Berlari, Kini Luka di Tubuhnya Kian Membesar, Harapannya Tinggal Menunggu Uluran Tangan

0
40

KabarLagi.com–Di saat anak-anak seusianya berlarian mengejar teman bermain, Nur Rizkia Ajahra hanya bisa memandang dari tempatnya berbaring.

Usianya baru 6 tahun 7 bulan. Namun sejak lahir, warga Dusun Mada Fanda, Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, itu disebut mengalami kelumpuhan pada bagian tubuh bawah sehingga belum dapat berjalan.

Kini, cobaan yang dihadapinya semakin berat. Luka yang muncul di bagian pantat dilaporkan semakin membesar hingga menjadi perhatian utama keluarga. Kondisi itu membuat Nur harus menahan rasa sakit hampir setiap hari.

Di balik perjuangan Nur, ada kisah keluarga sederhana yang terus bertahan dengan segala keterbatasan. Sang ayah bekerja sebagai buruh serabutan, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat keluarga mengaku belum mampu membawa Nur menjalani penanganan medis lanjutan.

Kisah Nur kemudian menyentuh hati banyak orang setelah dibagikan oleh kreator konten asal Dompu, Ahlul Nazar, melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahannya, Ahlul mengungkapkan tekadnya untuk membantu membawa Nur mendapatkan pengobatan hingga ke Mataram.

“Insya Allah saya akan berjuang membawa anak ini berobat sampai ke Mataram,” tulisnya.

Unggahan tersebut langsung mengundang perhatian warganet. Banyak yang menyampaikan doa dan harapan agar Nur segera memperoleh penanganan yang layak.

Melalui unggahan yang sama, Ahlul juga membuka penggalangan donasi untuk membantu biaya pengobatan Nur melalui rekening 027201024329534 atas nama Ahlul (bri). Ia berharap semakin banyak orang yang tergerak untuk meringankan beban keluarga kecil tersebut.

Bagi keluarga Nur, bantuan yang datang bukan sekadar soal biaya. Lebih dari itu, mereka berharap ada kesempatan bagi putri mereka untuk memperoleh penanganan medis yang dapat memperbaiki kualitas hidupnya.

Di sebuah rumah sederhana di sudut Desa Mumbu, Nur mungkin belum memahami arti perjuangan yang dilakukan banyak orang untuknya. Namun di balik senyumnya yang polos, tersimpan harapan besar: suatu hari nanti ia bisa berdiri, melangkah, dan menikmati masa kecil seperti anak-anak lainnya.

Semoga harapan itu menemukan jalannya melalui kepedulian banyak hati.(TM)