Pembentukan Panitia Pilkades Ndano Na’e Tekankan Netralitas dan Persatuan Warga

0
16
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.9584256, 0.13229166);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 33;

KabarLagi.com–Pemerintah Desa Ndano Na’e bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar rapat pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Aula Kantor Desa Ndano Na’e, Selasa pagi. Rapat yang dimulai sekitar pukul 09.15 Wita itu menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Pilkades yang diharapkan berlangsung jujur, adil, dan kondusif.

Ketua BPD Desa Ndano Na’e, Sudirman, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga independensi panitia. Ia menjelaskan bahwa anggota panitia tidak boleh berasal dari keluarga dekat calon kepala desa, sebagai upaya menghindari konflik kepentingan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan.

“Panitia harus benar-benar netral agar seluruh tahapan Pilkades berjalan dengan baik dan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ndano Na’e, H. Sukiman, SE, mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijaksana. Menurutnya, Pilkades merupakan momentum bagi warga untuk menentukan pemimpin terbaik yang akan membawa kemajuan desa.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengumbar pilihan politik kepada orang lain apabila hal itu berpotensi memicu perbedaan dan gesekan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Kita berharap Pilkades ini melahirkan pemimpin terbaik. Mari bersama-sama menjaga suasana tetap aman, damai, dan saling menghormati meski memiliki pilihan yang berbeda,” katanya.

Pesan serupa disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Ndano Na’e, Rijal ZLD. Ia mengimbau seluruh warga untuk mengedepankan persaudaraan dan menjaga keharmonisan selama tahapan Pilkades berlangsung.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik kerap memicu perselisihan, bahkan di lingkungan keluarga. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap mengutamakan persatuan.

“Jangan sampai Pilkades merusak hubungan kekeluargaan. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat desa,” tegasnya.

Rapat pembentukan panitia tersebut berlangsung dengan tertib dan dihadiri unsur pemerintah desa, BPD, aparat keamanan, serta sejumlah tokoh masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan Pilkades yang aman, damai, dan demokratis.