Pelatihan Sertifikasi Tenaga Ahli Bangunan Gedung Digelar di Sumbawa, Siapkan SDM Konstruksi Bersertifikat

0
15

KabarLagi.com–Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda Bidang Teknik Bangunan Gedung Jenjang 7 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Sumbawa, H. Mohamad Ansori, di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Rabu (29/7).

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (31/7/2026), merupakan hasil kolaborasi antara Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa dan Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini ditujukan untuk mencetak tenaga ahli konstruksi yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar profesi.

Dalam sambutannya, Mohamad Ansori mengatakan kebutuhan tenaga ahli bersertifikat semakin penting seiring meningkatnya pelaksanaan berbagai program strategis nasional maupun pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumbawa. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang bagi tenaga teknik bangunan gedung untuk berperan lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi diharapkan mampu menghasilkan tenaga profesional yang siap bekerja sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan.

Ansori mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan memberikan manfaat nyata bagi peserta dan dunia konstruksi di Kabupaten Sumbawa.

“Pelatihan dan sertifikasi ini harus mampu menghasilkan tenaga ahli yang berkualitas serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengikuti setiap materi secara serius. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pekerjaan di lapangan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja konstruksi lokal untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.