Menkum Buka Kongres XIII HIKMAHBUDHI di KLU, Soroti Peran Mahasiswa Hadapi Tantangan Bangsa

0
22

KabarLagi.com–Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, membuka Kongres XIII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) di Halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis (30/7). Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah pusat dan daerah, termasuk Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri.

Turut hadir dalam pembukaan kongres itu Gubernur Nusa Tenggara Barat, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI Drs. Supriyadi, M.Pd., Anggota DPRD NTB Sudirsah Sujanto, jajaran Forkopimda Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Utara, serta ratusan peserta kongres dari berbagai daerah.

Dalam pidato pembukaannya, Supratman menegaskan bahwa cita-cita bernegara sebagaimana diamanatkan konstitusi adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan.

Menurutnya, organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa. Mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi wadah perjuangan kelompok, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang masih menghadapi ketimpangan sosial di tengah tantangan ekonomi dan dinamika geopolitik global.

“Pemerintah saat ini menghadapi berbagai tantangan di bidang ekonomi, sosial, hingga geopolitik. Karena itu, dibutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan mahasiswa,” ujar Supratman.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda menjadi salah satu kunci untuk mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif serta pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.

Penyelenggaraan Kongres XIII HIKMAHBUDHI di Lombok Utara juga menjadi momentum memperkuat kontribusi organisasi mahasiswa Buddhis dalam pembangunan nasional. Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi dan program kerja yang relevan dengan berbagai isu kebangsaan, sekaligus mempererat sinergi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan Indonesia.