Kasus Stunting di Sekongkang Turun Jadi 5,24 Persen, Pemkab Sumbawa Barat Perkuat Intervensi

0
10

KabarLagi.com–Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting. Berdasarkan data Juni 2026, jumlah balita stunting di Kecamatan Sekongkang kini tersisa 47 anak dari total 897 balita atau sekitar 5,24 persen.

Untuk mempertahankan tren penurunan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hanipah, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), memimpin kegiatan intervensi serentak di Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kamis (6/8).

Kunjungan ini merupakan hari ketiga pelaksanaan intervensi lapangan setelah sebelumnya dilakukan di Kecamatan Seteluk dan Poto Tano. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, Puskesmas Sekongkang dan Tongo, kader Posyandu, Agen PDPGR, serta masyarakat.

Hanipah menegaskan bahwa stunting bukanlah kondisi yang harus ditutupi, melainkan masalah yang harus ditangani bersama melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, serta pendampingan keluarga.

“Yang terpenting adalah memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, imunisasi lengkap, ASI eksklusif, dan rutin mengikuti pelayanan Posyandu,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan pangan lokal yang mudah diperoleh sebagai sumber gizi keluarga. Menurutnya, makanan bergizi tidak selalu identik dengan harga mahal, karena berbagai bahan pangan lokal dapat diolah menjadi menu sehat bagi balita.

Selain itu, Hanipah meminta kader PKK dan Agen PDPGR meningkatkan pelayanan dengan melakukan kunjungan rumah bagi balita, ibu hamil, maupun lanjut usia yang tidak dapat menghadiri kegiatan Posyandu.

Sebagai bagian dari penguatan program, seluruh pemerintah desa di Kecamatan Sekongkang diminta mengalokasikan dana Alokasi Dana Desa (ADD) untuk penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi, higienis, dan sehat dengan nilai sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 per porsi bagi setiap anak sasaran.

Program percepatan penanganan stunting tersebut melibatkan berbagai instansi, di antaranya DP2KBP3A, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Ketahanan Pangan, pemerintah desa, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap kolaborasi lintas sektor tersebut mampu menekan angka stunting secara berkelanjutan hingga target penuntasan kasus di daerah itu dapat tercapai.