KabarLagi.com—Hasil Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Kecamatan Praya Tahun 2026 menyisakan catatan serius bagi Desa Aik Mual. Berdasarkan hasil keputusan Dewan Hakim yang diumumkan di Kelurahan Gonjak, Desa Aik Mual menempati peringkat ke-15 dengan perolehan nilai 0.
Capaian tersebut menjadi perhatian di tengah upaya pemerintah dan masyarakat desa dalam mendorong pembinaan generasi Qur’ani. Nilai nol yang tercatat dalam hasil akhir MTQ dinilai perlu menjadi bahan evaluasi, terutama terkait pembinaan, kaderisasi, serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tingkat desa.
Tokoh masyarakat, Haril Usman, mengaku prihatin melihat hasil yang diraih Desa Aik Mual. Menurutnya, capaian tersebut semestinya tidak hanya dilihat sebagai hasil sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pembinaan keagamaan secara menyeluruh.
“Sungguh memprihatinkan,” ujar Haril Usman saat merespons hasil akhir MTQ.
Ia menilai, hasil tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian lebih serius terhadap proses pembinaan calon-calon peserta MTQ. Menurutnya, keberadaan generasi Qur’ani tidak lahir secara instan, melainkan membutuhkan pembinaan yang konsisten, dukungan lingkungan, serta perhatian pemerintah desa.
Haril berharap hasil MTQ tahun ini dapat menjadi titik balik bagi Desa Aik Mual untuk memperkuat pembinaan keagamaan. Evaluasi, kata dia, penting dilakukan agar potensi anak-anak dan generasi muda di desa dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Sorotan terhadap hasil MTQ tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi berbagai pihak. Pemerintah desa, tokoh agama, lembaga pendidikan, serta masyarakat diharapkan dapat membangun pola pembinaan yang lebih terarah sehingga Desa Aik Mual mampu tampil lebih baik pada pelaksanaan MTQ berikutnya.
Bagi masyarakat, angka nol bukan semata-mata sebuah hasil akhir. Jika disikapi dengan evaluasi dan pembenahan, capaian tersebut justru dapat menjadi awal untuk membangun kembali pembinaan generasi Qur’ani di Desa Aik Mual.
