Tim Kerja FSA 2026 Audiensi dengan Pemangku Kebudayaan dan Pariwisata NTB

0
136

KabarLagi.Com– Tim Kerja Panitia Festival Sangiang Api (FSA) 2026 tingkat Provinsi NTB melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan bidang kebudayaan dan pariwisata NTB. Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan dan sinergi untuk menyukseskan pelaksanaan FSA 2026 di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

Tim kerja bertemu dengan Ketua Dewan Kebudayaan NTB Prof. Abdul Wahid, Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam, Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhammad Ihwan, serta Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia.

Tim Kerja Panitia FSA tingkat Provinsi NTB, Dr. Furkan Sangiang, menyampaikan terima kasih atas arahan, perhatian, dan dukungan yang diberikan seluruh stakeholder terhadap FSA 2026.

“FSA 2026 adalah ruang kreativitas masyarakat yang lahir dari kesadaran kolektif untuk mengenal kembali sejarah, kebudayaan, adat istiadat dan kearifan lokal Sangiang, sehingga tetap hidup dan lestari,” ujar Dr. Furkan.

Ia menjelaskan, FSA 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan yang mengangkat potensi sejarah dan budaya masyarakat Sangiang, di antaranya lomba sampan layar tradisional,lomba dayung sampan, tour doro sangiang, pertunjukan seni budaya, pameran tenun, atraksi pembuatan perahu tradisional, bazar UMKM, festival kuliner,pameran foto,half marathon, musik tradisional dan kegiatan edukasi budaya.

Dukungan Pemangku Kepentingan

Ketua Dewan Kebudayaan NTB Prof. Abdul Wahid menyampaikan dukungan penuh terhadap FSA 2026. Menurutnya, festival tersebut memiliki nilai penting dalam menghidupkan kembali sejarah dan kebudayaan lokal serta dapat menjadi ruang pengembangan kebudayaan berbasis masyarakat.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam juga memberikan dukungan dan mendorong agar kekayaan sejarah serta peninggalan budaya Sangiang dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda dan masyarakat luas melalui FSA.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhammad Ihwan menyatakan kesiapan untuk mendukung FSA sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah. Ia menilai FSA memiliki potensi menjadi agenda budaya yang semakin kuat ke depan.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia. Ia melihat FSA memiliki potensi untuk memperkenalkan Pulau Sangiang sebagai destinasi wisata berbasis sejarah, budaya, dan kekayaan alam, sekaligus memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat.

Dr. Furkan menegaskan, dukungan berbagai stakeholder tersebut menjadi modal penting bagi panitia dan masyarakat Sangiang dalam mempersiapkan pelaksanaan FSA 2026.

“Selanjutnya kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, tokoh budaya, pelaku pariwisata maupun pihak terkait lainnya, agar Festival Sangiang Api 2026 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, FSA  diperkuat melalui tiga unsur kerja, yakni panitia inti di Desa Sangiang/Kabupaten Bima sebagai pelaksana utama, Tim Kerja Tingkat Provinsi NTB sebagai penguat komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder provinsi, serta Tim Kerja Tingkat Nasional/Jakarta untuk memperluas komunikasi dan jejaring dengan pemerintah pusat, kementerian/lembaga dan berbagai pihak di tingkat nasional

FSA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi berkembang sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya, penguatan kreativitas masyarakat, promosi pariwisata, serta penggerak ekonomi lokal Pulau Sangiang.