Gempa M7,7 Guncang Flores, Manggarai dan Manggarai Timur Jadi Zona Terparah, Puluhan Warga Meninggal

0
32

KabarLagi.com— Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Guncangan kuat yang berpusat di laut sebelah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB atau sekitar 05.58 WITA, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman sekitar 15 kilometer.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi laut tidak lagi memenuhi kriteria peringatan tsunami. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap gempa susulan. BMKG mencatat ratusan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama.

Manggarai Timur: Korban Tewas Capai 17 Orang

Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling serius. Berdasarkan data sementara kepolisian, hingga Sabtu siang tercatat 17 orang meninggal dunia di sejumlah kecamatan.

Korban tersebar di Kecamatan Borong, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, Lamba Leda Selatan dan Sambi Rampas.

Di wilayah Lamba Leda Utara, sejumlah titik dilaporkan mengalami kerusakan parah. Korban meninggal tercatat berasal dari Desa Liang Deruk, Desa Satar Kampas dan wilayah Golo Munga.

Di Desa Liang Deruk, tiga orang dilaporkan meninggal setelah tertimbun reruntuhan rumah. Peristiwa tersebut menimpa seorang ibu bersama dua anaknya.

Sementara di Desa Satar Kampas, lima korban meninggal dunia telah dilaporkan, yakni Abdul Rahman Usman (60), Erni Murniati Latifa (34), Akbar Maldiansyah (8), Rizki Rafaila (5), dan Umra (56). Dua korban lainnya dilaporkan berasal dari wilayah Golo Munga.

Di Kecamatan Sambi Rampas, termasuk wilayah Kelurahan Potas, guncangan juga dirasakan sangat kuat. Laporan sementara kepolisian mencatat terdapat tiga korban meninggal dunia di wilayah kecamatan tersebut. Identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi.

Kondisi di sejumlah wilayah Manggarai Timur semakin sulit akibat kerusakan rumah, fasilitas umum dan akses jalan. Warga di beberapa lokasi memilih meninggalkan rumah dan menuju wilayah yang dianggap lebih aman untuk menghindari kemungkinan gempa susulan.

Manggarai Tak Kalah Parah, 16 Orang Meninggal

Di Kabupaten Manggarai, BNPB mencatat 16 orang meninggal dunia akibat bencana gempa tersebut. Enam korban telah berhasil diidentifikasi, sedangkan korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Wilayah yang paling banyak mendapat laporan korban dan kerusakan berada di kawasan Reok dan Reok Barat, selain sejumlah titik di Kecamatan Cibal dan wilayah lainnya.

Data kepolisian Manggarai sebelumnya mencatat korban meninggal di Kecamatan Reok, Reok Barat, Cibal dan Cibal Barat. Di Kecamatan Reok, sedikitnya tujuh korban dilaporkan meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya berada di Kecamatan Reok Barat.

Beberapa lokasi yang masuk dalam laporan terdampak antara lain:

  • Kelurahan Reo, Kecamatan Reok
  • Desa Salama, Kecamatan Reok
  • Desa Robek, Kecamatan Reok
  • Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat
  • Wilayah Karot
  • Bea Mese
  • Riung Gumbang
  • Wae Mulu
  • Golo Lanak
  • Sejumlah titik di Kecamatan Cibal dan Cibal Barat

Di kawasan Reok, kerusakan bangunan dilaporkan cukup parah. Bahkan, proses pencarian korban masih dilakukan di sejumlah bangunan yang mengalami keruntuhan.

Selain korban jiwa, Posko Bencana Kabupaten Manggarai mencatat 44 bangunan mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi pada rumah warga maupun fasilitas umum, termasuk sejumlah gedung pemerintahan, fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan.

Longsor Putus Akses Ruteng-Reok

Gempa juga memicu longsor di sejumlah titik. Ruas jalan Ruteng–Reok dan Ruteng–Satar Mese dilaporkan mengalami gangguan akibat material longsor.

Di Kecamatan Cibal, sejumlah titik longsor dilaporkan berada di sekitar Desa Gapong, Desa Kentol dan Desa Riung, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan menjadi terkendala.

Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan pendataan korban tidak berjalan mudah. Tim gabungan terus bergerak menuju wilayah-wilayah yang sulit dijangkau untuk memastikan tidak ada warga yang masih tertimbun reruntuhan.

38 Orang Meninggal di NTT

Secara keseluruhan, data BNPB hingga pukul 15.00 WIB, Sabtu (15/8) mencatat 38 orang meninggal dunia, terdiri atas:

  • Manggarai: 16 orang
  • Manggarai Timur: 17 orang
  • Sikka: 3 orang
  • Ende: 1 orang
  • Manggarai Barat: 1 orang

Selain itu, 2 orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri. BNPB menegaskan data tersebut masih sementara dan dapat berubah setelah proses verifikasi di lapangan selesai.

Untuk kerusakan, BNPB sementara mencatat 54 rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang dan 11 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan serta fasilitas transportasi.

Di tengah situasi tersebut, aparat TNI-Polri, BPBD, Basarnas, PMI, tenaga kesehatan dan relawan terus melakukan evakuasi, pencarian korban serta pendataan kerusakan.

Masyarakat di Manggarai dan Manggarai Timur diminta tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Catatan redaksi: Data korban dan lokasi terdampak dalam berita ini merupakan data sementara hasil pembaruan hingga Sabtu, 15 Agustus 2026. Mengingat proses pencarian, evakuasi dan identifikasi masih berlangsung, jumlah korban maupun daftar lokasi terdampak masih dapat bertambah.