KabarLagi.com— Gempa bumi yang mengguncang wilayah Bima dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memantik gerak cepat solidaritas kemanusiaan. Menindaklanjuti arahan Gubernur NTB, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB langsung mengonsolidasikan langkah penanganan awal dan skema bantuan bagi masyarakat terdampak.
Di Bima, koordinasi segera dilakukan bersama BAZNAS Kabupaten Bima dan BAZNAS Kota Bima. Fokus awal diarahkan pada pemetaan kebutuhan mendesak, asesmen kondisi warga, penyediaan logistik darurat, serta pendataan masyarakat terdampak.
Langkah tersebut ditempuh agar bantuan yang nantinya disalurkan tidak sekadar cepat tiba, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Sementara untuk masyarakat yang terdampak gempa di NTT, BAZNAS NTB membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB. Sinergi lintas lembaga ini menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan kemanusiaan dari NTB dapat dikirim secara terorganisasi dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal Murad, mengatakan respons cepat tersebut merupakan bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam membangun solidaritas kemanusiaan di tengah situasi bencana.
“Sesuai dengan arahan Bapak Gubernur NTB, BAZNAS NTB langsung mengambil langkah konkret di lapangan. Kami bergerak bersama BAZNAS Kabupaten Bima dan BAZNAS Kota Bima untuk mengawal penanganan awal bagi masyarakat terdampak di Bima,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian BAZNAS NTB tidak berhenti di wilayah sendiri. Untuk korban gempa di NTT, koordinasi dengan Pemprov NTB terus dilakukan agar bantuan yang berasal dari NTB dapat tersalurkan secara lancar, aman, dan tepat sasaran.
“Untuk korban gempa di NTT, kami berkoordinasi erat dengan Pemprov NTB agar penyaluran bantuan dari NTB dapat tersalurkan dengan lancar, aman, dan tepat sasaran,” katanya.
BAZNAS NTB juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat gotong royong dengan memberikan dukungan bagi warga yang sedang menghadapi dampak bencana.
Di tengah situasi darurat, bantuan tidak hanya berbicara tentang logistik. Kepedulian, doa, dan solidaritas menjadi kekuatan yang dapat membantu masyarakat terdampak melewati masa sulit.
Dari Bima hingga NTT, NTB kembali menunjukkan bahwa batas wilayah tidak menjadi batas bagi kemanusiaan.
