KabarLagi.com— Harapan baru bagi warga Dusun Kapassari, Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, hadir lewat sebuah jembatan yang kini resmi menjadi bagian dari akses utama masyarakat. Jembatan Garuda di wilayah tersebut diresmikan Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, Kamis (13/8).
Peresmian ini bukan sekadar seremoni. Berdiri dengan konstruksi tipe Armco, Jembatan Garuda menjadi penghubung penting bagi aktivitas warga, termasuk akses menuju SDN Kapassari yang selama ini membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.
Jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Pembangunan 2.500 Jembatan Garuda yang diprakarsai TNI AD dan dibangun di berbagai wilayah Indonesia.
Khusus di Kabupaten Sumbawa, terdapat enam unit Jembatan Garuda. Dua di antaranya dibangun di Dusun Kapassari, menjadi bagian dari upaya membuka dan memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI AD yang telah menginisiasi pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, TNI dan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan dapat hadir lebih cepat ketika dikerjakan dengan semangat gotong royong.
“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui kolaborasi dan gotong royong. Kami menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah menginisiasi pembangunan jembatan ini,” ujar H. Jarot.
Ia berharap keberadaan jembatan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka akses yang lebih baik terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi dan berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Di tengah peresmian infrastruktur, H. Jarot juga menitipkan pesan lain kepada masyarakat Kapassari. Ia mengajak warga, termasuk para guru dan siswa, untuk menjaga sekaligus menghijaukan kawasan sekitar jembatan dan lingkungan sekolah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Jembatan yang menjadi wajah baru wilayah Kapassari diharapkan berdampingan dengan lingkungan yang hijau dan terawat.
Peresmian Jembatan Garuda di Kapassari berlangsung serentak melalui video conference (Vicon) yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto, bersamaan dengan peluncuran 3.000 titik air bersih di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan infrastruktur dan pelayanan dasar bagi masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan akses sulit.
Ia menekankan bahwa gotong royong merupakan kekuatan penting bangsa Indonesia. Keterlibatan TNI dan Polri dalam pembangunan fasilitas publik di berbagai daerah menjadi salah satu wujud pengabdian sekaligus kehadiran negara di tengah masyarakat.
Jembatan Garuda Merah Putih diharapkan memberi manfaat langsung dengan membuka akses dan memperlancar mobilitas warga. Sementara program pembangunan ribuan titik air bersih diarahkan untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas hidup.
Bagi warga Kapassari, berdirinya Jembatan Garuda bukan hanya tentang sebuah konstruksi yang menghubungkan dua sisi wilayah. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi simbol terbukanya akses, bergeraknya aktivitas masyarakat dan hadirnya pembangunan hingga ke tingkat paling dekat dengan kehidupan warga.
