KabarLagi.com—Festival Sangiang Api resmi dibuka di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Minggu (30/8). Festival yang mengangkat kekayaan budaya, keindahan alam, dan tradisi masyarakat pesisir ini menjadi langkah awal menuju target besar masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027.
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, pemuda, serta ratusan warga dan peserta lomba sampan layar.
Kepala Desa Sangiang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Sangiang Api yang dinilai bukan sekadar hiburan masyarakat, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya Desa Sangiang kepada khalayak yang lebih luas.
Menurutnya, festival ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya pesisir.
“Harapan kami, Festival Sangiang Api tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan budaya dan potensi wisata Sangiang, serta membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan sektor pariwisata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa lomba sampan layar harus terus dipertahankan sebagai warisan budaya masyarakat pesisir Sangiang. Selain menjadi hiburan yang menarik bagi wisatawan, tradisi tersebut memiliki nilai historis yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Ke depan, penyelenggaraan lomba sampan layar diharapkan semakin profesional dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan melibatkan daerah-daerah lain sehingga mampu menjadi ikon utama Festival Sangiang Api.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, Festival Sangiang Api memiliki potensi besar sebagai event pariwisata yang mampu memperkuat promosi destinasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan sektor wisata.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah akan mendorong Festival Sangiang Api agar dapat masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027. Untuk mewujudkan target tersebut, penyelenggaraan festival perlu terus diperkuat, mulai dari konsep acara, atraksi budaya, manajemen penyelenggaraan, kalender event hingga strategi promosi.
“Festival ini memiliki potensi besar. Pemerintah daerah akan terus mendorong agar Festival Sangiang Api dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara. Tentu diperlukan pembenahan dan pengembangan secara konsisten agar kualitas festival semakin meningkat dan memiliki daya saing di tingkat nasional,” katanya.
Salah satu atraksi yang paling menyita perhatian dalam rangkaian festival adalah Parade Sampan Layar. Puluhan sampan berlayar berwarna-warni berangkat dari kawasan Pulau Sangiang menuju Sangiang Darat, menghadirkan panorama laut yang memukau dan menjadi tontonan favorit masyarakat maupun wisatawan.
Parade tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya bahari masyarakat Sangiang yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Atraksi ini diharapkan menjadi daya tarik utama yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Sangiang.
Festival Sangiang Api 2026 menjadi tonggak penting dalam upaya pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Bima. Dengan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, pemuda, dan pelaku pariwisata, festival ini diharapkan tumbuh menjadi event unggulan yang mampu mengangkat nama Sangiang di tingkat nasional melalui Kharisma Event Nusantara 2027.
