UMMAT Hadir untuk NTT, 500 Paket Sembako Disalurkan kepada Korban Gempa

0
20

KabarLagi.Com– Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyalurkan 500 paket sembako bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi kemanusiaan yang berlangsung pada 12–20 Oktober 2026 ini merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan pascabencana.

Melalui bantuan kebutuhan pokok tersebut, UMMAT berupaya meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan lintas wilayah.

Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana gempa bumi.

“Kami turut merasakan kesulitan yang dialami saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Flores, khususnya masyarakat Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Melalui bantuan 300 paket sembako ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka selama masa pemulihan pascabencana,” ungkap Abdul Wahab.

Ia menegaskan, bantuan kemanusiaan tersebut diharapkan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang masih mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok setelah bencana.

Penyaluran bantuan dilaksanakan oleh Tim Relawan UMMAT yang terdiri atas Muhamad Sahril, M.Pd., dan Sahman Z., M.H. Keduanya turun langsung ke wilayah terdampak untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.

Pada tahap pertama, 12–15 Oktober 2026, tim relawan menyalurkan sebanyak 200 paket sembako kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat.

Selanjutnya, pada 16–19 Oktober 2026, tim melanjutkan misi kemanusiaan ke Kabupaten Manggarai Timur. Sebanyak 300 paket sembako dialokasikan untuk masyarakat Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas.

Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan UMMAT mencapai 500 paket sembako bagi masyarakat terdampak gempa bumi di dua kabupaten tersebut.

Aksi kemanusiaan ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat yang sedang berupaya memulihkan kehidupan setelah bencana. Kehadiran relawan diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan memberikan penguatan bagi keluarga terdampak.

Komitmen tersebut sejalan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya prinsip ta’awun atau saling menolong dalam kebaikan. Nilai ini menjadi landasan bagi UMMAT untuk mengimplementasikan Islam berkemajuan melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Sebelumnya, UMMAT juga menyalurkan bantuan kepada 75 mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana. Langkah tersebut menunjukkan perhatian universitas terhadap kondisi mahasiswa sekaligus komitmen menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah situasi sulit.

Bagi UMMAT, tanggung jawab perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mencakup pengabdian nyata kepada masyarakat, terutama ketika terjadi bencana dan situasi darurat kemanusiaan.

Melalui semangat “UMMAT Hadir untuk NTT: Menyalurkan Kepedulian, Menguatkan Korban Gempa”, UMMAT berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima sekaligus menginspirasi tumbuhnya budaya gotong royong dan solidaritas sosial.

Di tengah kesulitan akibat bencana, kepedulian dan kebersamaan menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, melewati masa pemulihan, dan kembali menatap masa depan dengan harapan.