Dugaan Pertemuan Paslon Yandi Ros dengan Kepala Sekolah Viral dI Facebok, Ini Komentar Panwaslu Bolo

0
781

Bima – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Kecamatan Bolo saat ini tengah menyelidiki dugaan pertemuan antara salah satu Pasangan Calon (Paslon) bernama Yandi Ros dengan beberapa kepala sekolah. Berdasarkan informasi dari Anggota Panwaslu Bolo yang disampaikan oleh Muhammad Yamin, belum ada bukti yang kuat mengenai pertemuan tersebut. Panwaslu menegaskan bahwa sampai saat ini, tuduhan tersebut masih sebatas dugaan, tanpa disertai bukti konkret seperti foto atau rekaman lainnya.

Menurut Yamin, meskipun beberapa pihak telah melaporkan pertemuan tersebut ke Panwaslu, mereka hanya sebatas memberikan informasi tanpa disertai bukti yang cukup untuk ditindaklanjuti. “Memang sudah ada yang datang ke Panwas, namun hanya memberitahukan saja, tidak melengkapi bukti dan lain sebagainya,” ujar Yamin.

Ia juga menyampaikan bahwa jika ada bukti yang valid, Panwaslu dapat segera meneruskan kasus ini ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Namun, hingga kini, Panwaslu Bolo masih melakukan pendalaman dan peninjauan lebih lanjut terkait kebenaran dugaan pertemuan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Panwaslu mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk guru dan kepala sekolah, untuk tetap menjaga netralitas dalam proses pemilu dan tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat memicu konflik kepentingan politik.

“Kami sebenarnya kalau ada bukti bisa kita langsungkan ke Gakkumdu, tapi sejauh ini masih dilakukan pendalaman dan peninjauan oleh kami. Untuk itu saya menghimbau perangkat PNS dan baik itu guru, kepala sekolah, serta aparatur sipil negara lainnya untuk menahan diri dan tidak terlibat dalam hal-hal seperti itu,” tambah Yamin.

Nama-nama kepala sekolah yang diduga terlibat dalam pertemuan tersebut bahkan telah viral di media sosial, khususnya di Facebook. Meskipun demikian, Panwaslu tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menangani kasus ini dan menegaskan pentingnya menunggu hasil penyelidikan yang lebih mendalam.

Panwaslu juga berharap agar masyarakat tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, guna menjaga situasi yang kondusif selama masa pemilu.

Dalam perkembangan lain, muncul surat silaturahmi yang diduga melibatkan 39 kepala sekolah di Kecamatan Bolo dalam dukungan terhadap Paslon nomor 2, Yandi-Ros. Salah satu tim dari Paslon lawan, Ady-Irfan, mengonfirmasi adanya pertemuan tersebut, meskipun tidak semua nama yang tercantum terlibat.

“Tidak semua dari 39 orang itu mendukung Paslon nomor 2. Beberapa tetap netral meski nama mereka tercantum,” ujar Ilham, anggota tim Ady-Irfan.

Saat ini, tim hukum dari Paslon Ady-Irfan sedang mempelajari kasus ini dan berencana melaporkannya ke Bawaslu. “Kasus ini sedang dipelajari oleh tim hukum kami untuk dilaporkan ke Bawaslu,” tambah Ilham.