Waspada, Angin Kencang di Bima Rusak Puluhan Rumah, Kerugian Mencapai Rp1,6 Miliar

0
469

KabarLagi.Com – Bencana angin kencang melanda Kabupaten Bima pada Sabtu siang (02/11), menghantam beberapa kecamatan dan menyebabkan kerusakan serius pada rumah-rumah warga serta bangunan lainnya. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Bima, kerugian akibat angin kencang ini ditaksir mencapai Rp1,6 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, H. Isra, menyampaikan dampak dari angin puting beliung yaitu di Kecamatan Palibelo dan Madapangga.
Di Kecamatan Palibelo, angin kencang merusak 11 rumah warga di Desa Belo, dengan taksiran kerugian sebesar Rp270 juta.

” Kerusakan juga terjadi di Desa Bre dan Desa Teke, di mana beberapa rumah mengalami kerusakan atap. Total kerugian di wilayah ini mencapai Rp460 juta,” ujarnya melalui reles yang diterima media ini. Minggu (3/11/2024)

Sementara itu, Kecamatan Madapangga menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, dengan 38 rumah mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan, di Desa Tonda. Kerugian di kecamatan ini diperkirakan mencapai Rp480 juta.

Ia melanjutkan sedangkan Di Kecamatan Woha, Desa Talabiu mengalami kerusakan pada 6 rumah dan 58 gudang garam milik petani, dengan total kerugian sekitar Rp450 juta. Beberapa toko di Desa Rabakodo juga mengalami kerusakan pada bagian depan dan tempat parkir, menambah daftar bangunan yang terdampak akibat angin kencang.

Mantan Camat Wera dan Tambora ini menegaskan bahwa BPBD Kabupaten Bima segera bergerak untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. Koordinasi dilakukan dengan aparat desa setempat untuk memastikan distribusi bantuan, termasuk penyediaan terpal dan atap seng bagi warga yang terdampak.

“BPBD juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana lebih lanjut,”ularnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi lapangan dan bekerja sama dengan dinas terkait untuk menangani dampak bencana ini secara cepat dan tepat sasaran.

“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama terhadap angin puting beliung dan potensi bencana lain yang bisa terjadi dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini,” ujar Isra.

Dengan upaya penanganan yang berkelanjutan, BPBD Kabupaten Bima berkomitmen untuk memulihkan kondisi dan mengurangi dampak kerugian akibat bencana ini bagi masyarakat terdampak.