WR III UMMAT Dorong Korban Kekerasan di MTs Bima Diberi Pendampingan Psikologis

0
618

KabarLagi.Com — Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Dr. Erwin, M.Pd., menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kasus kekerasan yang menimpa seorang siswa MTs di Bima. Dalam keterangannya pada Selasa (18/12), Dr. Erwin menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban untuk memulihkan trauma yang dialaminya.

“Kekerasan terhadap anak, terlebih di lingkungan pendidikan, tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Pendampingan psikologis sangat diperlukan untuk memastikan korban dapat pulih dari trauma dan melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik,” ujar Dr. Erwin.

Menurut Dr. Erwin, trauma akibat kekerasan tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis anak dalam jangka pendek, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan mental dan emosional mereka di masa depan. Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam menyediakan layanan pendampingan psikologis yang profesional bagi korban.

“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita lindungi. Kita tidak boleh membiarkan mereka menanggung trauma tanpa pendampingan. Peran tenaga ahli, seperti psikolog, sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini,” tambahnya.

Selain mendorong pendampingan bagi korban, Dr. Erwin juga mengajak pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan di sekolah. Ia menekankan perlunya pembinaan berkelanjutan bagi pendidik untuk mencegah kekerasan serupa di masa mendatang.

“Sistem pendidikan harus memastikan bahwa sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak. Tidak cukup hanya menghukum pelaku; kita perlu membangun sistem yang kuat untuk mencegah kekerasan sejak dini,” jelasnya.

Dr. Erwin juga berharap kasus ini menjadi pengingat bagi pemerintah, sekolah, dan masyarakat akan pentingnya melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan komunitas setempat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan kondusif.

“Kasus seperti ini harus menjadi pelajaran penting. Kita harus bergerak bersama untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Memberikan rasa aman kepada anak-anak adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Komitmen UMMAT untuk Perlindungan Anak
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap perlindungan anak, UMMAT juga siap mendukung langkah-langkah pemulihan korban melalui program-program edukasi dan pelatihan yang relevan. Dr. Erwin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan kesejahteraan anak.

Dengan pendampingan psikologis dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, diharapkan kasus kekerasan terhadap anak dapat ditekan, dan setiap anak memiliki hak untuk belajar serta berkembang dengan rasa aman dan penuh kasih sayang.