KabarLagi.Com— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui RSJ Mutiara Sukma bekerja sama dengan RS Mata NTB menggelar Puncak Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dan Hari Penglihatan Sedunia Tahun 2025 di Halaman Kantor Gubernur NTB. Acara berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan seperti senam bersama, pemeriksaan kesehatan, serta layanan kesehatan jiwa dan mata bagi masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, hadir mewakili Gubernur NTB dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semoga rumah sakit kita terus maju dan kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut. Bapak Gubernur juga menyampaikan salam hormat dan terima kasih atas kontribusi seluruh pihak,” ujarnya dalam sambutan.
Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang telah dilaksanakan sejak awal Oktober.
“Tahun ini kita mengusung tema ‘Sehat Jiwa dalam Segala Kondisi, dalam Segala Situasi’. Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tantangan hidup,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan beragam layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kondisi mental menggunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ) dan Stress Analyzer, hingga tes IQ dan minat bakat anak. Tak hanya itu, peserta juga mendapat kesempatan untuk melakukan konseling langsung dengan dokter spesialis jiwa, perawat spesialis, serta psikolog klinis.
Menurut dr. Wiwin, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), NTB masih memiliki angka gangguan kesehatan jiwa yang relatif tinggi.
“Terdapat dua kategori utama, yaitu orang dengan gangguan jiwa berat serta mereka yang mengalami masalah kesehatan jiwa seperti kecemasan dan gangguan tidur. Ini menjadi perhatian penting bagi kita bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RS Mata NTB, dr. Cahya Dessy Rahmawati, Sp.M, menambahkan bahwa Hari Penglihatan Sedunia yang diperingati setiap minggu kedua bulan Oktober juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata.
“Masalah penglihatan di NTB cukup beragam, dari katarak hingga komplikasi akibat diabetes melitus. Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini,” paparnya.
Peringatan gabungan ini menjadi wujud sinergi antara dua layanan kesehatan strategis di NTB—jiwa dan penglihatan—untuk mendorong masyarakat hidup lebih sehat secara menyeluruh.
“Semoga melalui kolaborasi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental semakin meningkat,” tutup dr. Wiwin.
