APPSBDI Apresiasi Karantina dan BPBD NTB atas Bantuan Air Bersih 5.000 Liter untuk Sapi di Gili Mas

0
36

KabarLagi.Com— Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima Dompu Indonesia (APPSBDI) menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak Karantina atas kepedulian dan respons cepat dalam membantu penyediaan air bersih bagi ternak sapi di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.

Bantuan berupa suplai air bersih sebanyak 5.000 liter tersebut dinilai sangat membantu para peternak dan pedagang di tengah meningkatnya antrean pengiriman sapi yang berdampak pada kebutuhan logistik, khususnya ketersediaan air minum untuk ternak.

Ketua APPSBDI, Dr. Furkan Sangiang, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan beberapa hari terakhir cukup menantang, terutama dengan banyaknya sapi yang tertahan akibat keterbatasan armada kapal. Dalam situasi tersebut, kebutuhan dasar ternak seperti air minum menjadi prioritas utama yang tidak bisa diabaikan.

“Langkah cepat yang dilakukan oleh Karantina dalam menyuplai air bersih ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan usaha peternak sekaligus menjaga kesejahteraan hewan. Ini sangat kami apresiasi,” ujar Dr. Furkan. Senen (13/4/2026)

Ia juga menambahkan bahwa bantuan ini tidak hanya meringankan beban peternak dari sisi biaya operasional, tetapi juga membantu menjaga kondisi fisik sapi agar tetap sehat dan tidak mengalami penurunan kualitas selama masa tunggu pengiriman.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha seperti ini sangat penting, terutama dalam menghadapi situasi darurat atau kendala teknis di lapangan. APPSBDI berharap sinergi tersebut dapat terus ditingkatkan ke depan.

Di akhir pernyataannya, APPSBDI juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang turut berperan dalam mendukung distribusi air bersih tersebut.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BPBD atas bantuan dan keterlibatannya. Semoga kolaborasi ini terus terjaga demi kepentingan bersama, khususnya para peternak dan keberlangsungan sektor peternakan di daerah,” tutup Dr. Furkan