UMMAT Perkuat Internasionalisasi Kampus melalui Workshop NMT-DIES Tahap II

0
144

KabarLagi.Com–Universitas Muhammadiyah Mataram melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) resmi membuka Workshop National Multiplication Trainings – Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (NMT-DIES) Tahap Kedua pada 6 April 2026 di Hotel Lombok Garden. Kegiatan ini berlangsung hingga 8 April 2026 dengan mengusung tema “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Kampus Berdampak di Indonesia.”

Workshop ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dilaksanakan pada 27–29 Oktober 2025, sekaligus menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam merancang kebijakan internasionalisasi yang terukur, inklusif, dan berdampak nyata.

Program ini melibatkan kolaborasi berbagai institusi nasional dan internasional, di antaranya DAAD, University of Potsdam, serta sejumlah perguruan tinggi mitra seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Syiah Kuala, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Konsorsium ini menjadi bagian dari skema DIES yang bertujuan memperkuat praktik internasionalisasi pendidikan tinggi secara kolaboratif.

Rektor UMMAT, Abdul Wahab, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi, keterbukaan, dan pertukaran pengalaman menjadi kunci dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing global.

Menurutnya, internasionalisasi di UMMAT bukan lagi sekadar konsep, melainkan telah menjadi langkah nyata. Hal ini tercermin dari capaian UMMAT pada Tahun Akademik 2025/2026 yang telah menerima 14 mahasiswa internasional dari Sudan, Yaman, Ghana, dan Nigeria.

“Kehadiran mahasiswa internasional menjadi energi baru dalam membangun atmosfer akademik yang multikultural, sekaligus memperluas jejaring global kampus,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap forum seperti NMT-DIES dapat melahirkan langkah konkret berupa penguatan kerja sama akademik, mobilitas dosen dan mahasiswa, pengembangan program bersama, hingga peningkatan promosi internasional perguruan tinggi.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta Kerja Sama, Zaenudin, menegaskan bahwa UMMAT saat ini berada pada jalur yang tepat dalam membangun kemitraan nasional dan internasional yang berdampak.

Ia menyebut workshop ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat jejaring, meningkatkan mutu akademik dan riset, serta memperluas mobilitas internasional.

“Internasionalisasi harus dimaknai sebagai upaya bersama untuk membangun perguruan tinggi yang unggul, tidak hanya dalam reputasi, tetapi juga dalam kualitas layanan akademik dan dampak sosial,” tegasnya.

Kepala KUIK UMMAT, Asbah, menambahkan bahwa workshop ini telah memberikan sejumlah dampak positif, di antaranya meningkatnya pemahaman peserta terkait strategi internasionalisasi, terbukanya ruang berbagi praktik baik antar perguruan tinggi, serta munculnya peluang kolaborasi baru baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang lebih besar bagi peningkatan inbound international academic mobility ke kampus-kampus di Nusa Tenggara Barat.

Workshop tahap kedua ini menghadirkan narasumber dan fasilitator berpengalaman dari dalam dan luar negeri, serta diikuti oleh para pengelola kantor urusan internasional dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, UMMAT kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang aktif dalam membangun kerja sama global dan mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing internasional.

Internasionalisasi, pada akhirnya, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menghadirkan masa depan pendidikan tinggi Indonesia yang lebih maju, terbuka, dan kompetitif.