KabarLagi.com–Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan enam pejabat struktural yang akan mengemban peran strategis di lingkungan kampus. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi kelembagaan sekaligus memperkuat kualitas layanan akademik, kemahasiswaan, dan tata kelola universitas.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Rektor UMMAT, Abdul Wahab, di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMMAT, Rabu (15/7). Suasana berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan.
Enam pejabat yang dilantik berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Bagian Humas dan Protokoler UMMAT. Mereka adalah Catur Esty Pamungkas sebagai Wakil Dekan I FIKES, Cyntiya Rahmawati sebagai Wakil Dekan II FIKES, Intan Dwi Hastuti sebagai Wakil Dekan I FKIP, Vera Mandailina sebagai Wakil Dekan II FKIP, Habiburrahman sebagai Wakil Dekan III FKIP, serta Sahrul sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokoler UMMAT.
Dalam sambutannya, Abdul Wahab menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan komitmen untuk memajukan institusi.
Menurutnya, setiap pemimpin dituntut mampu menghadirkan perubahan nyata melalui inovasi, kolaborasi, dan pelayanan yang semakin berkualitas.
“Amanah yang telah diikrarkan harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Jabatan bukan hanya tentang kewenangan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi universitas,” tegasnya.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik tidak hanya melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga mampu melahirkan berbagai terobosan yang menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Abdul Wahab juga mengungkapkan bahwa UMMAT saat ini terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Selain mempertahankan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Nusa Tenggara Barat, UMMAT juga mulai mendapat kepercayaan lebih luas dari masyarakat internasional.
Hal itu dibuktikan dengan hadirnya mahasiswa asing yang memilih melanjutkan pendidikan di UMMAT secara mandiri, sebuah capaian yang dinilai menjadi indikator meningkatnya reputasi kampus di tingkat global.
“Kepercayaan ini harus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kepada mahasiswa. Semakin baik kualitas yang kita bangun, semakin besar pula kepercayaan masyarakat kepada UMMAT,” ujarnya.
Sementara itu, pesan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang disampaikan oleh Sekretaris BPH, Ramli, menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menggerakkan organisasi agar semakin maju.
Ia mengingatkan para pejabat baru agar mengedepankan profesionalisme, menjaga integritas, memperkuat koordinasi, dan membangun budaya kerja yang mengutamakan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi.
“Jabatan adalah amanah untuk melayani. Karena itu, setiap pemimpin harus menjadi teladan, mampu membangun komunikasi yang baik, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kemajuan universitas,” pesannya.
Ramli juga mendorong terbangunnya sinergi yang semakin kuat antara fakultas, program studi, unit kerja, dan seluruh unsur pimpinan universitas. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi UMMAT sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Pelantikan enam pejabat strategis ini diharapkan menjadi energi baru bagi UMMAT dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu layanan akademik, memperluas jejaring internasional, serta mempercepat langkah menuju universitas yang unggul, Islami, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat global.
