Dari Iqro’ ke Harapan: Menjaga Cahaya Al-Qur’an di TPQ Al-Kautsar Dompu

0
12

KabarLagi.com—Sore itu, suasana Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, terasa berbeda. Di sebuah sudut sederhana, suara anak-anak melafalkan huruf-huruf hijaiyah terdengar berirama. Di tengah derasnya arus globalisasi, tempat ini menjadi ruang kecil yang menjaga tradisi besar—membaca Al-Qur’an.

Di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Kautsar, metode Iqro’ menjadi pintu awal bagi para santri mengenal kitab suci. Lembar demi lembar Iqro’ dibaca dengan tekun, dari tingkat dasar hingga akhirnya mampu melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik. Metode ini bukan hal baru, namun tetap relevan—sederhana, sistematis, dan terbukti membantu anak-anak maupun orang dewasa belajar membaca Al-Qur’an dengan cepat dan tepat.

Bagi masyarakat setempat, pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Di sinilah nilai-nilai agama ditanamkan sejak dini—melalui bacaan, hafalan doa, hingga praktik ibadah sehari-hari.

Setiap Senin hingga Sabtu sore, TPQ Al-Kautsar dipenuhi santri yang belajar bertahap, mulai dari Iqro’ jilid satu hingga enam, lalu berlanjut ke Al-Qur’an. Tidak hanya membaca, mereka juga diajarkan menulis huruf Arab, menghafal surat-surat pendek, doa harian, hingga bacaan shalat.

Keunikan TPQ ini terletak pada komitmen para pendirinya. Idhar M. Saleh bersama Usman M. Saleh membangun dan mengelola langsung TPQ Al-Kautsar sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan mereka tidak sekadar simbolis—melainkan hadir langsung memastikan proses belajar berjalan dengan baik.

“Ini bukan hanya tempat belajar, tapi tempat menanam nilai,” menjadi semangat yang terus dijaga.

Di tengah keterbatasan, dukungan pun datang. Bantuan berupa buku Iqro’ dan Al-Qur’an dari LKSA LPEMP Dompu menjadi tambahan semangat bagi para santri. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran sekaligus membuka peluang pengembangan ke depan.

Bagi anak-anak di TPQ Al-Kautsar, belajar membaca Al-Qur’an bukan sekadar kemampuan, tetapi juga perjalanan membangun masa depan. Dari huruf-huruf sederhana, tumbuh harapan besar—tentang generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai agama.

Di tempat sederhana ini, cahaya Al-Qur’an terus dijaga, perlahan namun pasti.(TM)