KabarLagi.com—Aksi blokade jalan terjadi di depan Masjid Raya Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, pada Senin (29/6). Aksi yang dilakukan oleh Solidaritas Masyarakat Anti Narkoba tersebut berlangsung sejak pukul 10.48 WITA dan hingga kini masih berlanjut.
Aksi ini merupakan bentuk protes masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba, khususnya di wilayah Bolo. Massa mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap para bandar dan pengedar narkoba yang dinilai telah merusak generasi muda.
Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyoroti kondisi sosial yang dinilai semakin memprihatinkan. Mereka menyebutkan adanya fenomena penurunan moral dan akhlak generasi penerus bangsa yang kian meluas di tengah masyarakat.
“Masalah ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Bahkan, dari berbagai peristiwa yang terjadi, ada dugaan keterlibatan oknum aparat dari berbagai tingkatan yang ikut merusak masa depan generasi bangsa,” demikian bunyi pernyataan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Melalui aksi ini, Solidaritas Masyarakat Anti Narkoba juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak kepolisian, di antaranya meminta Kapolri turun langsung mengambil alih kasus penangkapan kurir sabu seberat 0,5 kilogram yang terjadi di Kecamatan Woha beberapa hari lalu.
Selain itu, massa juga mendesak agar Kapolres Bima beserta jajaran yang menangani kasus narkoba segera dicopot. Mereka juga meminta dilakukan evaluasi terhadap para Kapolsek dan jajaran di bawahnya di wilayah hukum Polres Bima yang dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugas.
Aksi blokade jalan ini sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Namun demikian, massa menyatakan akan terus bertahan hingga tuntutan mereka mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Masyarakat berharap langkah tegas dapat segera diambil demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba serta menciptakan kondisi sosial yang lebih aman dan kondusif di Kabupaten Bima.(TM)
