Harga Tebu hingga Biaya Lahan Dipersoalkan, Begini Hasil Dialog Petani dengan PT SMS

0
17

KabarLagi.com–Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Petani Tebu (APT) di kawasan PT Sukses Mantap Sejahtera (PT SMS), Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Rabu (8/7), berakhir damai setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan awal melalui dialog yang difasilitasi aparat kepolisian.

Puluhan petani yang mengikuti aksi menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni kenaikan harga pembelian tebu dari Rp550.000 menjadi Rp600.000 per ton, penurunan biaya pemanfaatan lahan kemitraan dari Rp1,5 juta menjadi Rp500 ribu per hektare, serta kepastian agar lahan kemitraan yang telah dikelola petani di Desa Doropeti tidak dialihkan ke wilayah lain.

Sebelum dialog berlangsung, massa sempat menutup akses jalan menuju kawasan perusahaan sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Namun situasi tetap kondusif berkat pengamanan yang dilakukan Polsek Pekat dengan pendekatan persuasif dan humanis di bawah pimpinan Kapolsek Pekat, IPTU Jubaidin.

Dalam pertemuan tersebut, General Manager Plantation PT SMS, Bahtiar, menyampaikan bahwa usulan kenaikan harga tebu masih dibahas di tingkat manajemen dan direncanakan akan disesuaikan pada musim giling 2026. Sementara biaya pemanfaatan lahan juga akan dievaluasi setelah musim giling berakhir.

Koordinator aksi, Nasuhi, meminta komitmen perusahaan dituangkan dalam dokumen tertulis sebagai bentuk kepastian bagi petani. Hal senada disampaikan Tamrin Hadu yang berharap perusahaan mempertimbangkan kembali rencana relokasi lahan kelompok tani agar petani tetap dapat memanen tebu yang telah mereka tanam.

Manajer Humas PT SMS, Muhari, memastikan seluruh aspirasi petani akan diteruskan kepada pimpinan perusahaan untuk dibahas lebih lanjut. Ia menegaskan perusahaan berkomitmen mengevaluasi harga pembelian tebu maupun biaya kemitraan.

Dialog yang turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Dompu itu menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara bermeterai. PT SMS berkomitmen mengkaji kenaikan harga tebu, mengevaluasi penurunan biaya pemanfaatan lahan kemitraan, serta melanjutkan pembahasan terkait lahan Research and Development (RnD) bersama kelompok tani melalui musyawarah.

Usai penandatanganan kesepakatan, massa membuka kembali akses jalan menuju perusahaan sehingga aktivitas distribusi tebu kembali berjalan normal.

Kapolsek Pekat IPTU Jubaidin melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengatakan keberhasilan pengamanan aksi merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang mengedepankan komunikasi dan dialog.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur menegaskan Polri akan terus hadir sebagai penengah dalam setiap dinamika masyarakat, menjaga keseimbangan antara perlindungan hak masyarakat dan keberlangsungan investasi demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Dompu.(TM)