KabarLagi.com—Ribuan umat Buddha memadati halaman Vihara Bodhi Dharma, Desa Karang Lendang, Kecamatan Gangga, Sabtu (19/7), untuk mengikuti puncak perayaan Sanipata Waisak 2570 Buddhis Era. Momen ini menjadi penutup rangkaian perayaan Waisak yang telah berlangsung sejak Mei lalu.
Sekitar 3.000 umat Buddha dari Lombok Utara, Kota Mataram, dan Lombok Barat hadir dalam kegiatan bertema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih Bagi Negeri”. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, Bhikkhu Kusalasarano, anggota DPRD Provinsi NTB, serta para tokoh agama.
Ketua Panitia Surdianto mengatakan Sanipata Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, rangkaian kegiatan Waisak tahun ini diisi dengan pendalaman Dhamma, safari ke vihara-vihara pelosok, pembagian sembako, pengambilan Tirta Parita, hingga penyaluran 600 paket bantuan sosial.
Kepala Seksi Binmas Buddha Kementerian Agama Provinsi NTB, Aryadi Satiawara, menyebut jumlah umat Buddha di Lombok Utara mencapai sekitar 11 ribu jiwa, menjadikannya komunitas agama terbesar kedua setelah Islam. Ia juga mengungkapkan terdapat 48 vihara di wilayah tersebut, termasuk sebuah vihara yang berada di kompleks Polres Lombok Utara, yang disebut sebagai salah satu keunikan di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Aryadi mengajak seluruh umat Buddha untuk terus menjaga tiga pilar kerukunan, yakni kerukunan internal umat Buddha, kerukunan antarumat beragama, serta hubungan harmonis dengan pemerintah sebagai mitra pembangunan daerah.
