KabarLagi.com–Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sebagai langkah menekan angka kemiskinan di daerah.
Permintaan itu disampaikan saat membuka High Level Meeting (HLM) dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Maulid Nabi di Hotel Jayakarta, Kecamatan Batulayar, Rabu (29/7).
Menurut Nurul Adha, inflasi yang tidak terkendali akan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan berpotensi meningkatkan angka kemiskinan. Karena itu, koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar gejolak harga pangan dapat diantisipasi sejak dini.
“Yang kita harapkan, indikator kemiskinan tidak meningkat. Kita ingin roda perekonomian masyarakat terus bergerak sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat dan angka kemiskinan dapat ditekan,” ujarnya.
Data Tim Pengendalian Inflasi Daerah menunjukkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Lombok Barat pada pekan keempat Juni 2026 berada di angka -1,85 persen. Perubahan tersebut dipengaruhi fluktuasi harga sejumlah komoditas, di antaranya gula pasir, udang basah, dan bawang putih.
Capaian itu dinilai lebih baik dibandingkan kondisi pada Februari 2026, ketika IPH sempat mencapai 5,27 persen. Pemerintah daerah menilai perbaikan tersebut tidak terlepas dari koordinasi rutin TPID dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
Dalam arahannya, Nurul Adha menegaskan terdapat empat aspek yang menjadi fokus pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif antarpemangku kepentingan.
Ia berharap forum High Level Meeting menjadi ruang untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terkendali.
