Kapal Tenggelam, Asa Nelayan Tanjung Kembali Berlayar Lewat Bantuan Pemkot Bima

0
16

KabarLagi.com—Laut bagi Junaidin dan M. Tayeb bukan sekadar hamparan air, melainkan ruang mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Namun, musibah kapal tenggelam di Perairan Teluk Bima beberapa waktu lalu memutus rutinitas mereka. Perahu yang menjadi tumpuan hidup hilang, begitu pula harapan untuk segera kembali melaut.

Di tengah situasi itu, secercah harapan datang dari Pemerintah Kota Bima. Pada Rabu, 5 Agustus 2026, Wali Kota Bima H. A. Rahman menyerahkan langsung bantuan kepada dua nelayan asal Kelurahan Tanjung tersebut sebagai upaya mempercepat pemulihan mata pencaharian mereka.

Penyerahan bantuan berlangsung di hadapan warga dan turut didampingi Wakil Wali Kota Feri Sofiyan, Kapolres Bima Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Bima, serta Sekretaris Daerah Kota Bima.

Bantuan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan utama nelayan untuk kembali bekerja. Satu unit mesin ketinting Honda GX200 lengkap dengan as, join, dan baling-baling, jaring insang tiga pic, serta dua unit jaket pelampung diserahkan agar para penerima tidak perlu menunggu lama mengumpulkan biaya membeli peralatan baru.

Bagi nelayan, kehilangan kapal atau alat tangkap bukan hanya berarti kehilangan aset, tetapi juga terhentinya sumber penghasilan keluarga. Kondisi itulah yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk lebih dulu menyediakan sarana produksi dibanding sekadar bantuan konsumtif.

“Bantuan ini kami harapkan tidak hanya menggantikan sebagian kerugian, tetapi juga menjadi penyemangat agar para nelayan bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujar Rahman.

Ia menilai sektor perikanan masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir Kota Bima. Karena itu, setiap musibah yang menghentikan aktivitas melaut akan berdampak langsung terhadap pendapatan keluarga nelayan sekaligus roda perekonomian di kawasan pesisir.

Rahman juga mengajak para penerima memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal agar produktivitas melaut dapat kembali meningkat. Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya hadir bagi masyarakat yang terdampak bencana maupun musibah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan mata pencaharian warga.

Momentum penyerahan bantuan juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian pesisir. Warga diajak mendukung Program Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri) dengan membiasakan tidak membuang sampah ke laut demi menjaga ekosistem perairan tetap lestari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Camat Rasanae Barat, Lurah Tanjung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Tanjung.

Bagi dua nelayan itu, bantuan yang diterima bukan hanya peralatan untuk kembali melaut, tetapi juga menjadi simbol bahwa setelah badai dan musibah berlalu, harapan untuk kembali mengarungi laut masih tetap terbuka.