242 Keluarga di Kodo Terima Bantuan 7,2 Ton Beras

0
11

KabarLagi.com—Sebanyak 242 keluarga di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, menerima bantuan pangan berupa 7.265 kilogram beras dari Pemerintah Kota Bima, Rabu (26/8).

Penyaluran bantuan berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Kodo dan diserahkan langsung oleh Wali Kota Bima A. Rahman. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Rasanae Timur, Kabag Ekonomi, Lurah Kodo, Kapolsek Rasanae Timur serta jajaran Bulog Cabang Bima.

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 30 kilogram beras tanpa potongan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya keluarga yang masuk dalam kelompok penerima bantuan berdasarkan data sosial ekonomi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Gufran, menjelaskan penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data terintegrasi. Pemadanan dan pemutakhiran data dapat menyebabkan jumlah maupun daftar penerima berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), data kependudukan dipadankan dengan berbagai data sosial dan ekonomi serta melalui proses verifikasi. Pengelompokan penerima menggunakan sistem desil yang menggambarkan posisi relatif kesejahteraan keluarga.

“Jika beras yang diterima tidak layak konsumsi, masyarakat diminta melapor agar Bulog menggantinya,” kata Gufran.

Wali Kota Bima A. Rahman mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kodo.

“Bantuan ini diserahkan hari ini juga. Setiap keluarga menerima 30 kilogram tanpa potongan. Ini bagian dari perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Rahman mengingatkan masyarakat agar tidak melihat bantuan dari besar atau kecilnya jumlah yang diterima, tetapi mensyukurinya sebagai bentuk kepedulian pemerintah.

Ia menjelaskan, DTSEN yang diolah BPS menjadi salah satu dasar pengelompokan keluarga berdasarkan desil. Posisi desil dapat berubah apabila kondisi sosial ekonomi keluarga maupun posisi relatifnya mengalami perubahan.

Penilaian tersebut tidak hanya mempertimbangkan penghasilan, tetapi juga berbagai karakteristik keluarga, seperti kondisi tempat tinggal, sumber air, bahan bakar memasak, kepemilikan aset, penggunaan listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan hingga kondisi disabilitas.

Karena itu, kepemilikan satu jenis aset, pekerjaan tertentu maupun daya listrik tertentu tidak secara otomatis membuat seseorang keluar dari daftar penerima bantuan. Penentuan desil dilakukan berdasarkan kombinasi karakteristik sosial ekonomi keluarga melalui metode statistik.

Rahman juga menyoroti persoalan judi online yang menurutnya perlu menjadi perhatian dan diperangi bersama oleh pemerintah dan masyarakat.

Bagi warga yang merasa data sosial ekonominya tidak sesuai, pemerintah membuka ruang pembaruan melalui kelurahan maupun kanal resmi yang tersedia. Pemutakhiran data nantinya akan diproses kembali sesuai mekanisme dan metode yang berlaku.

“Pada prinsipnya kami adalah pelayan. Ini bagian dari perhatian pemerintah,” kata Rahman.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan keluarga penerima manfaat. Rahman juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar pemerintah dapat menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Bima.