Novel Doro Sangiang Segera Launching, Membawa Kisah Kerajaan, Laut, dan Jejak Masa Lalu

0
13

KabarLagi.Com— Kabar menarik bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya Bima dan Dompu, yang memiliki minat terhadap karya sastra dan novel berlatar sejarah. Novel Doro Sangiang karya Furkan Sangiang segera diluncurkan dan diharapkan menjadi salah satu bahan bacaan menarik yang membawa pembaca menyusuri kisah kerajaan, kehidupan masyarakat, laut, tradisi, serta jejak masa lalu Pulau Sangiang dalam balutan cerita fiksi.

Novel ini lahir dari ketertarikan penulis terhadap berbagai fakta, cerita, tradisi, dan jejak sejarah yang berkembang di tengah masyarakat. Fakta-fakta tersebut kemudian diolah menjadi sebuah cerita fiksi dengan menghadirkan tokoh, konflik, percintaan, kekuasaan, adat, serta kehidupan masyarakat dalam latar Kerajaan Sangiang.

Penulis Novel Doro Sangiang, Furkan Sangiang, mengatakan novel tersebut tidak semata-mata menghadirkan cerita rekaan, tetapi berangkat dari berbagai fakta dan pengetahuan yang kemudian dikembangkan melalui pendekatan sastra.

“Novel ini berangkat dari fakta, cerita, dan jejak sejarah yang kemudian saya bangun menjadi sebuah fiksi. Jadi pembaca tidak hanya diajak menikmati cerita, tetapi juga diajak mengenal ruang sejarah dan kebudayaan yang menjadi latar cerita,” ujar Furkan.

Pendekatan tersebut mengingatkan pada karya novel sejarah seperti Tambora karya Agus Sumbogo, yang menjadikan peristiwa dan latar sejarah sebagai pijakan untuk membangun sebuah cerita fiksi yang lebih hidup dan mudah dinikmati pembaca.

Dalam Novel Doro Sangiang, pembaca akan diajak memasuki dunia Kerajaan Sangiang, sebuah ruang cerita yang mempertemukan gunung, laut, adat, kepercayaan, kekuasaan, dan perubahan zaman. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Raja La Joro, Panglima La Mboro, Syekh Hamzan Al-Fansuri, Liza Nona, serta tokoh-tokoh adat lainnya menjadi bagian dari perjalanan cerita.

Furkan berharap Novel Doro Sangiang dapat menjadi bacaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka kembali ketertarikan generasi muda terhadap sejarah dan kisah-kisah lokal yang berkembang di tengah masyarakat.

“Harapannya, novel ini bisa menjadi bacaan yang menarik, khususnya bagi masyarakat Bima dan Dompu, tetapi juga bagi pembaca di NTB dan daerah lainnya. Kita memiliki banyak cerita, tradisi, dan sejarah lokal yang sangat kaya. Salah satu cara untuk merawatnya adalah dengan menghadirkannya dalam karya sastra,” katanya.

Novel Doro Sangiang saat ini dipersiapkan untuk segera diluncurkan. Dengan telah mengantongi ISBN 978-634-269-433-6, novel ini diharapkan dapat menambah khazanah sastra lokal sekaligus memperkenalkan kisah dan jejak sejarah Pulau Sangiang kepada pembaca yang lebih luas.

Bagi pencinta novel sejarah, kisah kerajaan, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal, Doro Sangiang menjadi salah satu karya yang menarik untuk dinantikan.