Kuliner Lendir Via Aplikasi On-line Kian Marak di Kota Depok

0
1415

LDEPOK– Bisnis esek-esek melalui aplikasi online kian marak di Kota Depok. Bahkan anak dibawah umur menjadi korban yang dijajaki lewat aplikasi online tersebut.

Ditelusuri melalui aplikasi witchat dan open Bo Depok maka akan keluar berbagai aneka tawaran wanita penghibur dengan mengenakan foto yang cukup seksi dengan disertai harga mulai dari Rp 1000.000 – Rp 800.000.

Bahkan ketika hendak dipesan melalui aplikasi witchat dan Twitter Open Bo Depok, maka para admin atau wanita yang memajangkan dirinya tersebut jika sudah dil mengenai harga akan di suruh ke beberapa Apartemen yang ada di Kota Depok.

Sebenarnya kasus ini sudah lama terendus dan beberapa kali Satpol-PP dan aparat kepolisian Kota Depok sudah beberapa kali melakukan rajia di beberapa Apartemen. Namu penjajakan seks lewat aplikasi tersebut tidak kunjung berhenti.

Selain Itu kabar terbaru Polres Metro Depok melalui sat Reskrim kembali membongkar dugaan tindak eksploitasi seksual dan perdagangan orang di Apartemen Saladin, Keluarahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sabtu (25/1/2020)

Kapolres Metro Depok, Kombespol Azis Andriansyah mengatakan kasus tersebut bermula dari laporan ibu kandung korban N (36) tahun yang melaporkan anaknya telah hilang sejak tanggal 2 Januari yang lalu.

“Orang tua melapor ke Sat Reskrim bahwa anaknya hilang hampir satu bulan dan belum kembali. Setelah mendapat
Laporan anggota langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan,”ujarnya melalui pesan tertulis. Senen (27/1/2020).

Berdasarkan informasi dari korban saudari AP (16) awalnya kenal dengan seorang laki -laki yang bernama AIR melalui Facebook. Setelah berkenalan akhirnya janjian untuk bertemu di salah satu apartemen.

“kemudian ketemu dan akhirnya diajak ke Apartemen Saladin Jln.Margonda Raya Kel. Pancoran Mas Kec. Pancoran Mas Kota Depok dan sejak saat itu tidak kembali,”katanya.

Setelah ditunggu beberapa hari tidak pulang, orang tua korban mendapat informasi bahwa nomor handphone korban digunakan dalam aplikasi ME CHAT dengan menawarkan jasa OPEN B.O INCLUDE ROOM.

” Jadi korban diduga hendak dieksploitasi seksual melalui aplikasi media sosial,”tuturnya.

Seminggu sebelumnya Kapolres Metro Depok membongkar tindak perdagangan anak dibawa umur yang dieksploitasi seks dan ekonomi dan korbanyan SA (15 tahun) warga Depok. Dan peristiwa pengungkapan tersebut dilakukan di Apartemen Kali Bata dan gadis-gadis dibawah umur tersebut dijajakan JF dan FD kepada para tamu melalui aplikasi Witchat dengan tarif Rp900.000

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini