Ditlantas Polda NTB Tutup Operasi Lilin Rinjani 2020 Dengan Berbagi Bansos Prokes

0
499

Kabarlagi.Com–Operasi Lilin Rinjani 2020 telah berlangsung sejak tanggal 21 Desember 2020 hingga hari ini, 4 Januari 2021. Target operasi adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mewujudkan Kamtibmas yang mantap dan kondusif dalam pelaksanaan ibadah Natal serta Tahun Baru, dan terciptanya Kamseltibcarlantas demi menurunkan jumlah fatalitas korban kecelakaan.

Kepolisian bersama otoritas terkait telah menggelar operasi yustisi protokol kesehatan skala besar. Demikian dijelaskan Kombes Pol Noviar, S.I.K, Direktur Lalu Lintas Polda NTB pada Senin, 4 Januari 2021 di Mataram. ” Kepolisian ingin memastikan semua tempat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, khususnya di Gereja pada perayaan Natal kemarin, tempat – tempat wisata, tempat belanja, dan di berbagai titik keramaian lainnya” demikian Noviar.

” Kami (Kepolisian) tidak hanya menggelar himbauan dan penindakan dalam Operasi Lilin Rinjani 2020 ini, tetapi juga menggelar pembagian bansos kepada para pihak yang membutuhkan. Di hari terakhir ini, kami khusus memberikan Bansos berupa Paket Protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat di beberapa titik lokasi Operasi ” tambah Dirlantas Polda NTB ini.

Kombes Pol Noviar juga menegaskan agar masyarakat berpikir cerdas di era Covid-19 ini terkait bagaimana berkendara yang baik serta tetap menaati aturan berlalu Lintas dan Protokol kesehatan Covid-19.

” Menumbuhkan kesadaran dimulai dengan memberi pengetahuan,
pemahaman, penerimaan , mempengaruhi sikap dan perilaku sehingga memunculkan
sikap dan perlaku lahir dan bathin secara sadar untuk melaksanakan apa yang
menjadi hak dan kewajiban serta tidak melanggar larangannya. Hal tersebut sama
dengan merubah pola dalam menumbuh kembangkan kesadaran tertib dan disiplin
berlalulintas di era pandemi Covid-19 ” jelas Dirlantas.

” Menyadari hal tersebut, selaku Dirlantas Polda NTB bagaimana membuat pola
penyadaran disiplin dan tertib berlalulintas di era pandemi covid-19 dengan Life Style
adaptasi barunya, dimana sudah tidak efektif dan efesien bertemu langsung/lisan
antara Polantas dengan Masyarakat/pengguna jalan ” demikian Noviar.