Desa Sakra Menjadi Fokus Pengembangan Program Pemberdayaan Terpadu di Lombok Timur

0
17

KabarLagiCom–Upaya membangun desa yang mandiri dan berdaya saing terus diperkuat oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur. Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, Desa Sakra di Kecamatan Sakra diproyeksikan menjadi model pembangunan berbasis keluarga yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 dan Hari Keluarga Nasional ke-33 yang dipusatkan di Desa Sakra, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat integrasi program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan oleh pemerintah daerah, PKK, dan pemerintah desa.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia, menilai bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kemampuan seluruh elemen untuk bekerja secara terpadu. Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan kesehatan, ketahanan pangan, hingga peningkatan pendapatan keluarga, tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Ia menegaskan bahwa konsep Desa Berdaya yang sedang dikembangkan di Desa Sakra bertumpu pada penguatan kapasitas keluarga sebagai fondasi utama pembangunan. Karena itu, berbagai program diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan perempuan.

“Ketika semua unsur bergerak bersama, mulai dari pemerintah, kader PKK, kelompok perempuan, pelaku usaha hingga masyarakat, maka perubahan yang diharapkan akan lebih cepat terwujud,” ujarnya.

Sebagai desa yang ditetapkan sebagai lokasi pengembangan program, Sakra akan memperoleh pendampingan berkelanjutan dari TP-PKK Provinsi NTB. Pendampingan tersebut mencakup pengawasan program, evaluasi capaian, hingga penguatan koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar hasil yang diperoleh benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra’yal Ain Warisin, melihat Desa Sakra memiliki peluang besar untuk berkembang karena didukung oleh aktivitas ekonomi masyarakat yang cukup dinamis. Keberadaan pelaku usaha mikro dan koperasi desa dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi keluarga.

Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dimiliki, tetapi juga oleh komitmen anggota dalam menjaga kepercayaan bersama. Dengan tata kelola yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Dalam kunjungan lapangan, rombongan TP-PKK Provinsi NTB dan TP-PKK Lombok Timur meninjau sejumlah program unggulan yang telah berjalan di Desa Sakra. Salah satunya adalah kebun terpadu yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat. Selain itu, rombongan juga mengunjungi pusat kegiatan koperasi desa serta Posyandu Mawar Putih yang menjadi salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad N.Y., mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pengembangan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, dukungan berbagai pihak telah mendorong tumbuhnya optimisme masyarakat untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki desa.

Ia menyebut keterlibatan kader PKK, kader kesehatan, kelompok perempuan, serta masyarakat umum menjadi kekuatan utama dalam menjalankan berbagai program pembangunan di tingkat desa. Semangat gotong royong yang terus terpelihara dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan kemandirian masyarakat.

Melalui penguatan sektor kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan kelembagaan masyarakat, Desa Sakra diharapkan mampu menjadi contoh praktik pembangunan desa yang berorientasi pada kesejahteraan keluarga. Jika model ini berhasil, pendekatan serupa dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Nusa Tenggara Barat sebagai upaya mempercepat terwujudnya desa yang maju, produktif, dan berkelanjutan. (Sumber: KominfoNTB)