News

Resahkan Warga, Wali Kota Depok Minta Aktifitas Truk Galian Tanah di Hentikan

Kendaraan pemuat tanah galian beroperasi di perempatan Mampang Depok

 

DEPOK – Truk pemuat tanah galian sudah lama dikeluhkan warga,para warga mengeluhkan banyak nya debu serta semakin menambah kemacetan akibat aktivitas truk pemuat tanah galian tersebut. Selain itu, truk tersebut beroperasi diwaktu sibuk dan bahkan kesepakatan bersama warga agar tidak beroperasi diwaktu sibuk dilanggar oleh pihak truk

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Depok Muhammad Idris geram ia meminta agar aktifitas truk tersebut dihentikan atau dibatasi waktunya. “Saya sudah intruksi dan kordinasi kalau bisa sekarang dihentikan atau dibatasi waktu nya, “ungkapnya.

Idris mengaku sudah mendapatkan laporan terkait aktifitas dan pengelolaan truk pemuat tanah galian tersebut.

” Itu saja sih saya belum lihat lagi saya belum evaluasi. Kalau laporan sudah ada pengelolaan dan lainnya. Tapi saya belum cek dari sisi legalitas nya, “katanya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan segera mengecek semua legalitas dari tanah yang dimuat truk tersebut.

” Saya akan cek, apakah legalitas tanah ini boleh atau tidak dikeruk. Legalitas pelaksana nya dan legalitas penyelenggaraan itu saya akan cek,”tegasnya.

Sebelumnya sejumlah warga Mampang, Pancoran Mas, mengecam pengelola truk pengangkut tanah galian yang melintas di Jalan Raya Pramuka karena mengambil keputusan sepihak terkait jam operasional truk. Padahal, berdasarkan kesepakatan antara pengelola dengan pihak terkait, disepakati jam operasional truk dimulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.

“Info yang kami dapat sudah ada kesepakatan antara pengembang dengan pihak terkait, operasional truk tidak boleh dibawah jam 9 malam. Ini kok dilanggar ya, putugasnya kok diam aja ya..?,” keluh Boy warga Jalan Pramuka saat dikonfirmasi Akurat.Co. Kamis (1/8).

Menurut dia, jam operasional truk yang telah disepakati antara penanggung jawab truk dengan pihak terkait, tetap merugikan warga. Apalagi bila truk beroperasi sebelum jam yang telah ditentukan.

“Ini benar-benar sangat merugikan kami. Rumah kami semakin berdebu. Jalan pramuka pun tidak pernah dibersihkan oleh pihak pengembang,” ujarnya.

Sementara warga lainnya, Loren (38) merasa sangat keberatan jika truk-truk pembawa tanah galian tersebut melintasi Jalan Raya Pramuka. Sebab, kata dia, pihak penanggung jawab tidak pernah memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan aktifitas truk itu.

“Setidaknya pihak pengelola truk membersihkan debu yang bertebaran di sepanjang jalan dengan menyiramnya dengan air, sehingga tidak terlalu dirasakan warga,” kata Loren.

Ia berharap, pihak terkait memperhatikan dampak yang dirasakan warga, sehingga warga tidak terlalu dirugikan.

“Pada dasarnya kita sebagai warga tidak mempersoalkan pembangunan yang ada di wilayah kita (tol Desari-red). Tapi apakah harus hak-hak kita sebagai warga diabaikan. Pemkot Depok jangan diam aja dong,”ujarnya.

Tagar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close