Menahan Rindu di Masa Pandemi

0
57

Oleh. Mashud Sasaki

Rasa kangen atau rindu yang ada pada setiap orang adalah sunnatullah. Rindu diartikan sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu, atau memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu.

Seorang anak yang lama berpisah dengan orang tuanya, seorang sahabat atau teman sekolah yang lama berpisah karena tuntutan pekerjaan, seorang mahasiswa yang berpisah dengan keluarganya karena harus kuliah di luar pulau, seorang suami atau istri yang lama berpisah dengan pasangannya karena tugas belajar atau tuntutan mencari nafkah buat keluarganya, dan seterusnya. Semua orang yang pernah bertemu lalu berpisah dalam waktu lama akan merasa rindu ingin bertemu kembali, itulah rindu atau kangen.

Di masa normal sebelum ujian Covid-19, seseorang yang rindu/kangen dengan sahabat, atau dengan orangtuanya, ia bisa dengan mudah janjian dan bertemu kapan dan dimana saja mereka sepakati. Namun untuk saat ini kebiasaan itu tidak bisa kita lakukan karena ujian Covid-19.
Ujian Covid-19 membuat siapa saja akan dipaksa untuk menahan rindu. Belajar menahan rindu dengan orang lain yang ia cintai.

Menjelang idul fithri kurang satu pekan ke depan, setiap pribadi muslim sudah mulai membayangkan kebiasaan halal bihalal tahun sebelumnya yang dilakukan saat idul fithri tiba. Kebiasaan kumpul bersama keluarga besar setahun sekali, kebiasaan reunian sekolah, kebiasaan bertemu sahabat dari berbagai rantuan, dan lain-lain. Untuk saat ini semuanya kita tahan, itu artinya kita semua menahan rindu. Oh rindu….
Momen spesial di saat idul fithri yang menjadi salah satu sumber spirit seseorang adalah betemu dan sungkeman dengan orang tua (Bapak Ibu) yang kita cintai. Saat ini juga harus kita tahan, hal ini merupakan “praktek menahan rindu terberat” bagi setiap orang yang masih ada ortunya, terutama bertemu Ibunya, karena dialah yang melahirkan dan membesarkannya.

Lalu bagaimana baiknya….?

Menahan rindu di masa pandemi memang sebuah kondisi yang akan kita hadapi, bertemu online via zoom, teamlink, googlemeet, dan lain-lain adalah salah satu cara mengobati rindu. Namun bagaimana ikhtiar terbaik kita agar menahan rindu itu bisa menjadi berkah.

Salah satu ikhtiar kita agar rasa rindu ini terobati dan membawa berkah adalah dengan menghiasi rasa rindu itu semuanya dengan berdzikir, bershalawat, memperkuat iman kita, melakukan ibadah dengan ikhlas dan melakukan aktivitas inovatif yang tidak monoton. Salam rindu semuanya. Semoga bermanfaat.

Sahabat FB dimanapun berada. Mari tetap kita jaga spirit dan saling mendo’akan. Smoga ujian pandemi Covid-19 ini sgra berlalu. Aamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here