Trending

Emrus Sihombing: Debat Publik Rocky Gerung vs Henry Subiakto Tidak Mendidik

KabarLagi.com, Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing mengatakan debat publik yang dipertontonkan oleh Rocky Gerung dan Profesor Henry Subiakto dalam acara stasiun televisi swasta bertajuk ‘Dua Sisi’ belum lama ini sangat jauh dari kata mendidik.

Emrus mengatakan perdebatan yang seharusnya mengurai dan menemukan solusi terkait efektivitas penggunaan influencer dalam mensosialisasikan sebuah ide, gagasan atau program dari pemerintah malah memunculkan debat yang tidak elegan, kurang asertif, kurang produktif dan sama sekali tidak solutif.

“Sangat disayangkan hal tersebut terjadi. Padahal, kedua debater sudah dikenal publik dan dari dua perguruan tinggi yang berbeda dan ternama di Indonesia,” kata Emrus dalam keterangan resmi kepada KabarLagi.com, Rabu (2/9/20).

Emrus menjelaskan, dalam suatu debat, apalagi dilakukan berlatarbelakang akademisi, ketika debat berlangsung harus fokus pada pandangan, ide, gagasan yang terkait dengan tema yang dibahas untuk menemukan solusi atau setidaknya titik awal menemukan formula pemecahan masalah yang terkait dengan tema.

“Karena itu, dalam suatu perdebatan, sejatinya mengesampingkan semua pengaruh status yang dimilik para debater,” katanya.

Lebih lanjut, Emrus mengatakan gelar, tingkat pendidikan, status sosial dan lain sebagainya harus “dilepas” pada saat sedang berlangsung perdebatan.

Sebab kata dia, kalau itu tidak dilakukan, bisa saja memang pandangan seorang profesor lebih valid dan solutif dari yang bukan profesor.

“Tetapi juga harus dibuka peluang bahwa bisa saja pandangan dari sosok yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan formal lebih produktif dan etis didengar tentang sesuatu hal ndaripada seorang profesor,” katanya.

Jadi, jabatan akademik, tingkat pendidikan dan status sosial tertentu kata Emrus tidak jaminan pandangannya selalu lebih akademik, elegan, asertif solutif.

“Jadi, jangan sampai penyebutan gelar akademik oleh dirinya sendiri sebagai kesombongan akademik atau “gaga-gahan”,” tandasnya.[]

Tagar

Related Articles

Back to top button
Close