Kabar Utama

Kisah Perjuangan Penyintas Covid-19 di Depok, Sudah Sempat Berwasiat Kepada Istri

KabarLagi.com, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok yang bertugas di Sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Depok, Mohammad Syamsu Rahman membagikan kisah perjuangannya melawan wabah Covid-19.

Ia mengatakan dirinya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test pada tanggal 11 Agustus 2020.

“Saya adalah pasien positif Covid-19 terhitung SWAB pertama saya 11 Agustus 2020,” kata Syamsu dalam keterangan tertulis yang diterima KabarLagi.com, Rabu (2/9/20).

Syamsu mengatakan dirinya tertular saat takziah ketika ibunya wafat di Sidoarjo, Jawa Timur (Sidoarjo saat itu masuk Zona Merah Covid-19).

“Kemungkinan saya tertular saat takziah di Sidoarjo Jatim, ibu saya yang wafat,” kata Syamsu.

Syamsu bercerita, saat di Sidoarjo ia bersama abangnya yang merupakan seorang ASN dokter di RSUD Provinsi Kepulauan Riau yang ikut takziah sempat mengalami demam.

“Saat itu abang dan saya sempat demam di Sidoarjo mulai Jumat 24 juli 2020,” katanya.

Lebih lanjut, Syamsu mengatakan dua hari setelah demam. Ia dan abangnya kembali ke tempat masing-masing, ia pulang ke Depok sedangkan abangnya ke Batam.

“Minggu (26 Juli) saya balik Depok, abang saya juga balik ke Batam, abang saya divonis positif Covid-19 Sabtu 15 Agustus 2020, pagi kondisinya kritis karena ada penyerta sakit Jantung, Qodarullah abang saya malamnya wafat, innallilahi wa inna ilaihi rojiun,” katanya.

Cerita Syamsu awal merasakan gejala Covid-19

Syamsu mengaku dirinya mengalami sakit gejala Covid-19 dimulai Jumat 24 Juli di Sidoarjo, mulai demam. Awalnya ia merasa deman yang dialaminya hanya karena masuk angin.

“Saya awalnya mereasa hanya masuk angin, biasa karena habis silaturrahim ke rumah teman di Kota Pasuruan,” katanya.

Ketika di Depok, pasa Senin 27 Juli siang Syamsu menyampaikan demam masih menyerang dirinya. Ia mengatakan saat itu dirinya hanya menkonsumsi tolak angin, sebab tolak angin kata dia adalah herbal favoritnya untuk meredakan demam.

“Disamping itu, saat itu juga saya selalu konsultasi dengan dr Meri kepala Puskesmas Depok Utara mengenai sakit saya, dan juga konsultasi ke abang saya saat masih hidup,” katanya.

Pada Selasa, 28 Juli 2020 Syamsu mengatakan dirinya baru merasakan sesak nafas dan batuk disamping demam.

“Ketika mulai Selasa, saya merasakan sesak nafas dan batuk disamping demam, saya dikasih resep Paracetamol dan lain-lain,” katanya.

Disamping rutin minum obat, Selasa malam Syamsu mengatakan dirinya juga minta tolong temannya untuk melakukan bekam.

“Saya rutin minum obat tersebut, Selasa malam saya minta tolong bekam kepada teman saya Ustad Syahrul Bekam dari Mampang, Depok. Enak banget rasanya dibekam, apalagi dipijat plus totok oleh beliau, tak lupa di akhir sesi saya di ruqyah syar’iyyah oleh beliau, khususnya Ruqyah Tazqiyyatun Nafs plus Ruqyah Penolak ‘Ain,” jelasnya.

Ini lafadz yang diajarkan Ustad Syahrul kepada Syamsu saat di ruqyah.

Ya Allah, jika seandainya penyakitku ini karena sakit hati karena tatapan si fulan, Karena perkataan si fulan, aku ridlo ya Allah, aku maafkan si fulan, karena engkau Lillahi Ta’ala, sembuhkan semua penyakitku ya Allah sambil menyebutkan nama-nama orang terdekat, maupun orang-orang yang pernah menzolimi, serta memaafkan dan ikhlaskan semua.

“Ajaib demam saya langsung hilang setelah di ruqyah,” akunya.

Setelah di ruqyah, Syamsu menyampaikan dirinya dikenalkan oleh temannya dengan tanaman akar kucing, kata orang jawa Anting-anting. Khasiatnya sebagai imunitas, pembunuh virus, obat demam dan obat jantung alami.

“Tekniknya ada 2, dimakan 3-5 daun akar kucing sehari 3-5 kali dan direbus wedang plus jahe merah, kunyit, sereh plus madu biar rasanya manis diminum. Terapi beliau berlangsung 4 hari tiap malam,” katanya.

Rabu 29 Juli Syamsu mengatakan dirinya masih mengalami sesak nafas dan atuk-batuk. Ketika itu ia menyampaikan dirinya masih tetap minum obat sesuai Resep Dokter.

“Kamis 30 Juli saya mulai sempat ada panggilan tugas disuruh ke kantor tapi rasanya badan sakit sekali, tapi saya sempatkan ke kantor. Saya juga merasakan diare, Alhamdulillah resep dari dr Meri manjur banget, besoknya diare saya stop,” jelasnya.

Kamis malam 31 Juli, Syamsu mengatakan insomnia mulai menyerang dirinya, ia tidak bisa tidur.

“Jumat 31 Juli Hari Raya Idul Adha, seperti biasa kita jalani tapi lebih banyak saya habiskan waktu di rumah, sesak nafas dan batuk, demam, insomnia tetap menghantui, malam itu dan Sabtu malam saya merasakan sakit sesak nafas yang luar biasa, nafas benar-benar ngos-ngosan, tiap malam saya menunggu apakah ajal saya dekat.

“Sabtu pagi (1 Agustus) saya berwasiat kepada istri saya,” katanya.

Karena kondisi semakin parah, Syamsu mengatakan pada hari Minggu 2 Agustus malam dirinya mencoba terapi Ruqyah Syar’iyyah ke Ustadz Salman di markas Qur’anic Healing International DPD Sukabumi Raya, sekaligus markas pusat pejuang tauhid Indonesia Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

“Sakit sekali di ruqyah karena ada metode totoknya, yang sakit Alhamdulillah sampe rumah bisa tidur setelah 3 malam ga bisa tidur,” katanya

Mulai malam itu, Syamsu menyampaikan dirinya sudah mengisolasi diri dirumah, ia dan istri sudah berbeda kamar, beda kamar mandi.

“Untuk jaga-jaga kalau kena Covid-19, semua dipisah antara saya dengan istri dan anak-anak,” katanya.

Senin dan Selasa 3-4 Agustus kata Syamsu ia masuk kantor Bawaslu seperti biasa.

“Tapi saat itu disuruh ketua Bawaslu untuk WFH full di rumah sampai ikut SWAB, karena baru tahu kalau teman 1 ruangan di bawaslu yaitu Bendahara Pak Nurjaya positif Covid-19. Bawaslu pun mengajukan Surat Permohonan SWAB ke Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Depok untuk 4 orang yang 1 ruangan dengan saya, yaitu saya pak Jaka, Bambang dan Septi. Ternyata hanya saya yang di ACC untuk SWAB pekan depan,” katanya.

Mulai Rabu 5 Agustus kata Syamsu dirinya sudah melakukan work from home (WFH) full atau Isolasi mandiri di rumah.

“Selama isolasi mandiri, saya aktif melakukan terapi,” katanya.

Ini terapi yang dilakukan Syamsu saat isolasi mandiri di rumah.

  1. Konsumsi Holisti Care Super EsterC 3 x 1 kapsul sehari.
  2. Biomax probiotik 7 tetes kasih air diminum 3x sehari ( dr pak hardiman ).
  3. Lianhua qingwen 4 kapsul 3x sehari (resep dr istri kapolres purbalingga).
  4. Nutrisi suplemen Nu-Pro, 1 sendok makan campur air putih 3x sehari.
  5. Nutrisi Lemobitas, 2 sendok makan 3x sehari
    neurobion forte 1x sehari.
  6. Madu murni 3×1 sendok.
  7. Habbatussauda 2 kapsul sehari.
  8. Terapi hirup tisu dikasih minyak kayu putih dimasukkan masker, dihirup dalam-dalam (terakhir sampai sekarang saya ganti minyak kayu putih (MKP) dengan minyak Eucaliptus, bahan utama Kalung Anti Covid-19 yang mau dibikin Pemerintah, karena dosisnya lebih tinggi dari MKP).
  9. Terapi minum wedang akar kucing plus jahe segelas dikasih 1 tetes minyak kayu putih diminum sehari 3x (MKP diganti Minyak Eucaliptus)
  10. Tiap hari makan pisang, pepaya, jambu merah dan kurma.
  11. Makan banyak makanan yang bergizi, khususnya telur rebus.
  12. Tiap pagi jemur matahari plus senam mandiri.
  13. Terapi hentakkan kaki dan Mandi air sejuk ala PAZ.
  14. Serta tahajjud dan baca Qur’an 1 juz perhari.
  15. Hati dibikin senang.

“Hari Rabu kaki saya mulai keluar bintik-bintik merah, istri takut DBD. Kamis 6 Agustus saya lakukan tes darah di Puskesmas Cipayung. Alhamdulillah trombosit saya normal, typus juga bukan,” jelasnya.

Setelah mengalami bintik-bintik merah di kaki, Syamsu mengatakan dirinya sempat dirujuk oleh dokter untuk dirawar di rumah sakit Hermina.

“Tapi istri saya waktu itu keberatan dengan alasan tidak ada yang bisa membantu saya di RS. Keputusan bersama kami akhirnya tetap lanjutkan isolasi Mandiri di rumah,” jelasnya.

Syamsu merasa semakin sehat, saat waktu swab tes pada Selasa 11 Agustus di Puskesmas Limo, Depok.

“Jam 7 pagi tepat, saya didampingi istri sampai di Puskesmas limo tapi masih sepi. Sambil menunggu dr Naweng saya baca Al-Ma’tsurat, jam 7.30 saya di Swab 2 hidung da tenggorokan,”katanya.

Sambil menunggu hasil swab, Syamsu mengatakan dirinya melalui hari ke hari dengan indah sambil lakukan senam pagi rutin di rumah sambil berjemur pagi.

“Keadaan saya semakin sehat. Saya optimis hasil Swab negatif. Doa dan dukungan membanjir ke WA dan media sosial saya, saya tipikal terbuka, saya swab rajin minta doa melalui WhatsApp dan Facebook,” katanya.

Sabtu 15 Agustus 2020 adalah hari paling bersejarah dalam hidup Syamsu.

Sabtu 15 Agustus, tepat jam 10 Syamsu mengatakan dirinya ditelepon oleh dr Meri kepala Puskesmas Depok Utara.

“dr Meri mengatakan kalau saya positif Covid-19 beserta laporan hasil SWAB tertulis,” katanya.

Karena sudah merasa sehat, Syamsu mengatakan saat itu dr Meri mengintruksikan dirinya sekeluarga untuk isolasi mandiri di rumah sampai 25 Agustus 2020.

“Saat isolasi saya rutin dijapri teh Nana dari Puskesmas Rangkapan Jaya baru. Setiap pagi saya dijapri WhatsApp teh Nana, apa keluhan saya sekeluarga, saya selalu jawab tidak ada keluhan, Alhamdulillah semakin sehat,” katanya.

Selama isolasi mandiri, Syamsu mengaku bantuan logistik dari tetangga, teman dan saudaranya selalu datang ke rumahnya setiap hari.

“Selama isolasi, banjir logistik datang setiap hari dari sejawat-sejawat, tetangga, teman-teman, family yang kirim logistik makanan, suplemen, vitamin, uang, buah dan sebagainya. Masya Allah Tabarakallah, pertolongan Allah begitu mudahnya disaat saya sekeluarga isolasi mandiri, gak bisa kemana-mana, Allah bayar cash dengan bantuan logistik yang tiba-tiba datang,” katanya.

Syamsu mengatakan saat isolasi ada saja yang membantu dirinya tiap hari. Bahkan suatu waktu ada teman menyampaikan kepadanya, ada orang sholih nitip uang kepadanya untuk belanjakan kebutuhan.

“Saya jawab, bla bla blaaa. tiba-tiba permintaan saya itu tiba di rumah. Masya Allah Tabarakallah. Terima kasih kepada siapa saja yang telah membantu logistik saya,” katanya.

Menjalani hari-hari sebagai Pasien Positif Covid-19 apalagi bantuan logistik mengalir deras dan kondisi semakin sehat semakin meningkatkan semangat Syamsu untuk sembuh.

Syamsu mengaku yang menimpa dirinya adalah ujian terberat dan terindah.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, karena merasa sehat, Syamsu berfikir dirinya perlu untuk memvisualkan dalam bentuk konten Video.

“Saya pun mengupload aktivitas senam-senam saya, berbagai versi ke YouTube saya Syamsu ruqyah channel, baik versi senam mandiri, maupun senam tera dan SKJ 84 Jadul. Saya akukan senam saya dengan ceria dan gerakan-gerakan atraktif layaknya orang sehat,” katanya.

Tak lupa, Syamsu mengatakan dirinya juga meng-upload manfaat terapi akar kucing dan Minyak Kayu Putih di akun YouTube nya.

“Alhamdulillah banyak banjir dukungan positif dan doa-doa untuk kesembuhan saya, sempat ada teman yang bertanya? Mas Syamsu uda sembuh? saya jawab belum, karena hasil swab saya masih positif belum swab negatif, tapi saya merasa semakin sehat dan berupaya memperoleh kesembuhan,” katanya.

Saking merasa sehat, Syamsu mengatakan selama isolasi mandiri dirinya sempat menerapi ruqyah teman SMA nya yang juga pasien Covid-19 melalui video call WhatsApp.

“Ketika isolasi, saya sempatkan untuk menerapi ruqyah syar’iyyah lewat video call WhatsApp teman SMA saya, Letkol TNI Susilo Harjuno, pasien positif Covid-19 yang dirawat di ICU RSAL Surabaya, saya Ruqyah video call, 3x terapi akar kucing. Alhamdulillah beliau semakin membaik, bahkan beliau minta dikirimi terus wedang akar kucing ke ICU RSAL,” katanya.

Metode terapi akar kucing kata Syamsu telah di share ke grup WhatsApp dan Facebook miliknya.

“Terapi akar kucing adalah metode imunitas tubuh anti Covid-19 yang mudah, murah bahkan gratis karena tanaman akar kucing adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di pekarangan atau pinggir jalan. Alhamdulillah banyak respon positif dan praktekkan menanam dan jadi hidangan rutin untuk imunitas tubuh,” katanya.

Lebih lanjut, Syamsu bercerita pada Selasa 25 Agustus jam 9 pagi istrinya menjalani tes Swab di Labkesda Depok.

“Otomatis isolasi mandiri saya diperpanjang sampai hasil swab stri saya keluar. Saya pun menjalani swab tes kedua, kamis 27 Agustus 2020 jam 9 di Labkesda Depok. Bismillah saya jalani swab tes dengan khusyuk, saya tidak memikirkan hasil swab, yang penting selalu sehat, hasil adalah hak Allah,” katany.

Akhirnya, Sabtu 29 Agustus 2020 sore jam 17.30 Syamsu mengatakan dirinya mendapatkan info dari staf puskesmas Rangkapan Jaya Baru.

“Saya dijapri oleh staf luskesmas Rangkapan Jaya Baru, Teh Nana menyampaikan kalau hasil swab saya dinyatakan Negatif dan saya dinyatakan sembuh,” katanya.

Meski telah dinyatakan sembuh, Syamsu mengatakan cobaan masih menimpa dirinya. Sebab hasil swab istrinya menunjukkan positif Covid-19.

“Cobaan saya belum berhenti. Tapi saya sangat optimis istri saya akan sembuh dari Covid-19. Tentu siapa saja yang berikhtiar untuk sembuh akan didapatkan dari yang paling berhak menyembuhkan yaitu allah wazallah,” katanya.

Kerena itu, Syamsu berpesan kepada pasien Covid-19 agar tidak menyerah meraih kesembuhan.

“Bagi yang masih positif Covid-19, jangan menyerah untuk meraih kesembuhan. Bagi yang masih sehat tetap lakukan Protokol Covid-19, gunakan masker, social distancing, cuci tangan pake sabun, rajin olahraga,” katanya.

“Bagi istriku tersayang Eni Prihatini semangat in syaa Allah kesembuhanmu gak lama lagi, bi’idznillah,” tandasnya.[]

Tagar

Related Articles

Back to top button
Close