Anies Kembali Terapkan PSBB, Orang-orang Ini Malah Mencibir

0
51

KABARLAGI.COM, Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena angka penularan Covid-19 di Ibu Kota yang semakin mengkhawatirkan menimbulkan banyak reaksi beragam dari warga net Twitter.

Sejak Anies melontarkan keputusan DKI Jakarta akan menerapkan PSBB total, tak sedikit netizen mengeluarkan kicauan bernada cibiran.

Salah lah satu akun yang melempar komentar cibiran adalah, konten Kreator Digital dan pegiat media sosial, Eko Kuntadhi.

Melalui akun Twitter @eko_kunthadi, Eko mengatakan melonjaknya angka penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta akibat keselahan Anies karena telah menciptakan kluster baru melalui kebijakannya sebelumnya.

“Setelah ganjil genap yang bikin kluster angkutan umum. Setelah diizinkan demo. Setelah diizinkan deklarasi gerombolan gak jelas. Setelah CFD dibuka.Setelah retorika konyol soal peti mati. Akhirnya harus diakui, orang terpapar nambah terus,” kata Eko.

Hal senada juga disampaikan oleh politisi partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ia mengatakan semestinya Pemprov Jakarta fokus menekan angka penyebaran Covid-19, bukan malah mengeluarkan izin kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa yang bertolak belakang dengan upaya menekan covid, sehingga semua jadi retorika belaka.

“Mestinya Jakarta fokus tekan penularan covid dawn tumbuhkan ekonomi. Tidak mengijinkan semua kegiatan non ekonomi sprt demo, kerumunan politik, ramai-ramai pesta dan lain-lain,” katanya.

Tak kalah menohok, pegiat media sosial Denny Siregar menilai keputusan Anies menerapkan kembali PSBB merupakan sebuah langkah politik.

“Kebijakan PSBB harus dapat restu dari pusat, karena antara penanggulanan pandemi dan ekonomi harus berjalan seiring. @aniesbaswedan bermain politik dengan mengumumkan PSBB dan membenturkan dengan pusat. Kalau pusat tidak merestui, maka dia akan lempar kesalahan,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun Twitter resmi milik Pemprov DKI Jakarta, Rabu (9/9/20) mengumumkan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diterapkan kembali di Jakarta.

Anies menjelaskan, keputusan itu diambil sebagai langkah tagas penanggulangan pandemi Covid-19. Sebab kata dia, hal yang dapat menekan penyebaran Covid-19 di Jakarta hanyalah penerapan PSBB total.

“Dalam rapat tadi sore disimpulkan: Kita akan menarik ‘rem darurat’ kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan berskala besar seperti masa awal pandemi. Bukan PSBB transisi, tapi PSBB sebagai mana masa dulu. Ini rem darurat yang kita tarik,” kata Anies.[]