Soal Anies Terapkan Kembali PSBB, Denny Siregar: Habis Peti Mati, Terbitlah Rem Darurat

0
3

KABARLAGI.COM, Pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar harusnya telah dilakukan jauh sebelumnya.

“Habis peti mati, terbitlah rem darurat,” kata Denny Siregar dalam akun Twitternya @Dennysiregar7, dikutip KABARLAGI.COM, Rabu (9/9/2020).

Dalam cuitan lain, Denny mengaku dirinya akan mendukung penerapan PSBB di DKI Jakarta jika Gubernur Anies Baswedan sebelumnya juga tegas melarang kumpul-kumpul massa.

“Gua pasti dukung kebijakan PSBB di @DKIJakarta. Kalau kemarin-kemarin @aniesbaswedan juga tegas melarang kumpul-kumpul massa. Tapi ngga. Demo buruh dibebaskan. Deklarasi KAMI diijinkan. Kumpul-kumpul dalam jumlah besar, didiamkan,” katanya.

“Trus sekarang ketika dia “tarik rem darurat” gua hrs bilang WOW gitu?,” tambahnya.

Kicauan Denny Siregar ini pun mengundang komentar dari sejumlah netizen, ada yang mendukung dan mengkritik.

Seperti akun @coffepahit99, dia menilai cuitan yang disampaikan Denny salah kaprah, menurut nya soal demo tidak ada kewenangan dari Gubernur.

“Desi loe dongok kagak berujung bener, soal demo bukan wewenang Gubernur tapi Kepolisian, masa iye demo ma deklarasi harus ijin ke Gubernur, des des penulis ko blo on,” kata akun itu.

Tak kalah menohok, akun @tahamaaruf mengatakan seharusnya Denny Siregar fokus pada pencitraan pemerintah, tidak ikut komen soal kebijakan Anies Baswedan.

“Harusnya buzzeRp fokus pada pencitraan pemerintah saja… jangan ikut2 komen soal kebijakan pak @aniesbaswedan
Itu yg membuat kami tdk rela uang apbn dipakai untuk yg beginian,” kata akun itu.

Berbeda denga kedua akun diatas, akun @KhilafahKw tampaknya sependapat denga Denny.

Dalam kicauannya, Ia mengatakan Anies Baswedan mengalami senjata makan tuan.

“Senjata makan tuan, ganjil genap diberlakukan akhirnya KRL busway angkutan umum lain penuh disaat jam sibuk, demo dan deklarasi KAMI diberikan ijin, jadi cluster baru covid bertambah, nanti ujung ujungnya menyalahkan pak @jokowi, hadeeeuuuhh ?!!,” kicaunya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total pada Senin (14/9/20).

Anies menjelaskan, hal itu dilakukan dikarenakan angka jumlah pertambahan kasus aktif lebih cepat daripada pertambahan kapasitas tampung untuk pelayanan rumah sakit isolasi, baik tempat tidur maupun ICU.

“Maka dengan melihat kedaruratan ini, maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat (PSBB_red) sesegera mungkin,” katanya.[]