Kabar Utama

Bawaslu Depok: Kami Belum Bisa Menindak Pelanggaran Jika Belum Ada Penetapan Calon dari KPU

KABARLAGI.COM, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Luli Barliani mengatakan saat ini pihaknya belum bisa melakukan penindakan terhadap pelanggaran tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Depok 2020 sebelum adanya keputusan dari KPU untuk menetapkan calon.

Hal tersebut disampaikan Luli Barliani menanggapi pertanyaan wartawan atas maraknya baliho bakal calon (balon) sebelum masuk masa kampanye.

“Jika sudah ditetapkan maka dia menjadi subjek-subjek penindakan, penanganan, pelanggaran kalau hari ini kami belum bisa jadikan subjek, karena masih bakal calon,” kata Luli dalam acara bincang santai bersama awak media di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Depok, Jumat (11/9/20) sore.

Luli menjelaskan, aturan tidak bolehnya Bawaslu melakukan penindakan terhadap pelanggaran tahapan Pilkada yang dilakukan bakal calon telah diatur dalam undang-undang pemilihan umum (pemilu).

“Undang-undang pemilu tidak ada penanganan pelanggaran terhadap bakal calon, yang ada adalah calon walikota dan wakil walikota yang akan ditetapkan pada tanggal 23 September,” katanya.

Pada kesempatan itu Luli juga menyampaikan strategi Bawaslu Depok dalam mengawasi Pilkada. Ia mengatakan hal yang paling utama dilakukan dalam melakukan pengawasan adalah terlebih dahulu menerapkan pencegahan, tidak ujug-ujug menindak.

“Jadi strategi pengawasan pencegahan penindakan dan pencegahan tadi segala sesuatu diperingati dulu, jadi nggak langsung ujug-ujug dihukum, diberikan sanksi, kalau masih bisa diingarkan kita ingat kan, begini loh, tapi kalau sudah sekali kita ingatkan, dua kali kita ingatkan baru kami tindak,” tandasnya.[]

Related Articles

Back to top button
Close