Dorong Kemandirian Ekonomi dan Literasi Santri, Tim Abdimas Lintas Disiplin Universitas Gunadarma Dirikan Pojok Baca dan Warung Kejujuran

0
20

KabarLagi.com—Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dari perguruan tinggi melaksanakan program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi di Yayasan Madinatul Qur’an Al Amri, Kabupaten Bogor, pada periode semester ATA 2025/2026. Program yang mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi dan Peningkatan Literasi Melalui Sinergi Warung Kejujuran Syariah dan Manajemen Perpustakaan” ini dipimpin oleh Ibu Andina Dwi Iryanti, S.E., C.IFP., didukung oleh tim dosen dan mahasiswa lintas disiplin ilmu yang terdiri dari Mega Oktaviany, Risa Septiani, Nida Nusaibatul Adawiyah, Mufid Suryani, Maulana Syarif Hidayatullah, Erna Kustyarini, Nicky Handayani, Tia Chisca Anggraeni, dan Irmawati Wijaya. 

Ketua Tim Abdimas, Andina Dwi Iryanti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh dua isu krusial di yayasan yang menaungi Rumah Tahfidz Al-Aqsa tersebut, yakni rendahnya minat baca santri akibat minimnya fasilitas perpustakaan yang memadai, serta belum optimalnya sumber pendapatan ekonomi mandiri yayasan. 

“Selama ini, rutinitas jajan santri di luar lingkungan yayasan belum memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi lembaga. Selain itu, aspek kesehatan dan kehalalan jajanan di luar belum tentu terkontrol dengan baik. Melalui program ini, kami mencoba menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan fungsi literasi dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kawasan yang saling mendukung,” ujar Andina.

Dalam bidang literasi, tim melakukan revitalisasi total terhadap fasilitas pojok baca. Ruangan perpustakaan mini yang sebelumnya kurang tertata kini disulap menjadi area yang representatif, lengkap dengan rak buku tematik, karpet warna-warni yang nyaman, meja baca anak, serta dekorasi edukatif. Pemindahan letak pojok baca yang kini dirancang berdampingan dengan kantin bertujuan menciptakan konsep edutainment, di mana santri dapat membaca buku dengan nyaman sambil menikmati makanan ringan.

Sebagai solusi kemandirian ekonomi, tim menginisiasi pendirian Warung Kejujuran Berbasis Syariah yang menerapkan prinsip halalan thayyibah. Warung ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli makanan dan minuman sehat bagi sekitar 150 santri, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sejak dini. 

Uniknya, sistem transaksi di warung ini menggunakan akad al-mu’athah (saling serah-terima tanpa ijab-qabul lisan), di mana para santri mengambil barang secara mandiri, memasukkan uang ke dalam kotak pembayaran transparan, dan mengambil uang kembaliannya sendiri secara jujur. Untuk menjaga akuntabilitas, tim juga membekali pengelola yayasan dengan format pembukuan digital berbasis Excel yang dapat mendeteksi kesesuaian antara stok barang keluar dan uang fisik di kotak secara transparan.

Tidak hanya berdampak bagi santri, program ini juga memberdayakan para wali murid yang membutuhkan tambahan penghasilan untuk dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan harian warung. Sebagian dari laba bersih dialokasikan sebagai insentif bagi pengelola serta diputar kembali untuk memastikan keberlanjutan usaha (business sustainability), sementara sisanya digunakan untuk mendukung operasional pendidikan di yayasan. 

Pengurus Yayasan Madinatul Qur’an Al Amri menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan program Abdimas ini. Kehadiran sinergi antara Pojok Baca yang representatif dan Warung Kejujuran Syariah dinilai mampu memberikan solusi nyata secara komprehensif—sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui—yakni mencetak generasi santri yang cerdas secara literasi, berkarakter jujur, serta mandiri secara ekonomi.