Bawaslu Depok Minta Paslon Copot Alat Peraga Sosialisasi Diluar Masa Kampanye

0
33

KABARLAGI.COM, Bawaslu Kota Depok menggelar rapat koordinasi penertiban alat peraga sosialisasi dari pasangan calon (Paslon) pemilihan walikota dan wakil walikota Depok yang telah terpasang sebelum masuk masa kampanye bersama Liaison officer (LO) kedua pasangan calon, KPU Depok, dan Satpol-PP Depok.

Rapat koordinasi itu dilangsungkan di ruang sidang sekretariat Bawaslu Depok, jalan Arif Rahman Hakim, Beji, Depok, Rabu (23/9/20).

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Depok, Dede Selamet Permata mengatakan rapat koordinasi dilakukan untuk mengambil kesepakatan bersama dalam melakukan penertiban. Sebab secara rinci soal penertiban alat peraga diluar masa kampanye belum ada aturan.

“Kita mengambil inisiatif, harus dipahami alat peraga kampanye itu kan ada ketentuan, kalau misalkan sekarang alat peraga itu dipasang, ketika alat peraga kampanye yang resmi akan dipasangkan nanti akan bercampur, malah membingungkan, menimbulkan kesembrautan, dipandang juga tidak indah,” kata Dede.

Untuk itu kata Dede, Bawaslu meminta kepada tim pasangan calon agar melakukan penertiban terlebih dahulu alat peraga sosialisasi (banner) yang tidak sesuai dengan standar aturan KPU.

Dede merinci, alat peraga sosialisasi dari kedua pasangan calon yang telah terpasang dibeberapa titik jumlahnya sampai ribuan.

“Kita sudah menghitung dari pengawasan jumlahnya kalau benner aja itu 1.391 termasuk 18 Billboard dan tersebar di mana-mana, kalau ini dibiarkan nanti akan menumpuk dengan sendirinya,” katanya.

Sementara itu, Kasatpol-PP Kota Depok Lienda Ratna Lienda Ratnanurdianny mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan untuk penertiban.

“Pada posisi ini satpol PP dimintai bantuan, kita siap saja sebagai pengemban atau tugas-tugasnya terkait trantibum,” kata Lienda.

Lienda mengatakan saat penertiban pihaknya nantinya tidak bertanggung jawab atas kerusakan. Untuk itu Ia meminta kepada para tim pasangan calon agar melakukan penertiban terlebih dahulu.

“Besok jam 15:00 WIB mulai kita tertibkan, harapannya bisa ditertibkan terlebih dahulu oleh tim-tim Paslon, karena kalau kita yang tertibkan itu belum tentu utuh ya, takutnya ada kerusakan-kerusakan, mau dipakai lagi, kita tidak bertanggung jawab atas kerusakan kerusakan,” katanya.

Lebih lanjut, Lienda mengatakan penertiban alat peraga sosialisasi Paslon sebelum masa kampanye merupakan kesepakatan bersama antara Liaison officer (LO) kedua pasangan calon bersama KPU Depok dan Bawaslu.

Hal itu kata Lienda dilakukan untuk menciptakan unsur keadilan dalam pesta demokrasi pemilihan walikota Depok tahun 2020.

“Berdasarkan kesepakatan tadi, mungkin ini (penertiban_red) kebijakan lokal ya, memang sebelum dilakukan kampanye pada masa kampanye ini harus dibersihkan dulu, untuk apa? karena disinilah unsur keadilannya, jadi tidak ada yang curi start,” tandasnya.[]