Kabar Utama

UI Berikan Pendampingan dan Dukungan Dana Usaha Mikro di Sembalun Lombok

KABARLAGI.COM, Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Indonesia (UI) terjun langsung memberikan pelatihan, penyaluran dana, dan pendampingan usaha kepada lebih dari 20 pelaku usaha mikro, sebagai upaya mendukung pemulihan usaha mikro yang terdampak pandemi COVID-19.

Program tersebut berlangsung selama dua bulan, mulai dari September 2020 hingga November 2020, diperuntukkan bagi pelaku usaha Kelompok Wanita Tani Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Sektor ekonomi merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak atas pandemi COVID-19. Tidak hanya pada skala makro di tataran perekonomian negara, pandemi COVID-19 juga berimplikasi pada usaha mikro.

Hal ini melatarbelakangi akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UI), Dr. Rambat Lupiyoadi beserta tim menjalankan program PPM tersebut.

“Tim PPM UI terjun langsung memberikan pelatihan, penyaluran dana, dan pendampingan usaha kepada lebih dari 20 pelaku usaha mikro sebagai upaya mendukung pemulihan usaha mikro yang terdampak pandemi COVID-19,” kata Rambat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (24/9/20).

Rambat mengatakan pihaknya memilih Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB karena pernah terdampak bencana gempa, serta kini turut terdampak pandemi COVID-19.

“Pascapemberlakuan PSBB, aktivitas pendakian dan pariwisata ke Geopark Gunung Rinjani juga ditutup, sehingga kunjungan turis asing dan lokal menurun drastis. Praktis, perekonomian usaha mikro yang mengandalkan kehadiran wisatawan menjadi lumpuh total,” kata Rambat.

Di sisi lain, dikatakan Rambat warga mengalihkan mata pencahariannya, dari mengandalkan pariwisata menjadi ke pertanian, namun, pada saat tim terjun, pihaknya banyak menyaksikan hasil panen tomat dan komoditas unggulan jatuh dan tidak berharga.

“Tomat satu keranjang hanya dihargai sepuluh ribu rupiah. Jangankan menutup biaya produksi, untuk biaya panen pun tidak mencukupi. Akibatnya, para petani pasrah dengan membiarkan begitu saja, hingga membusuk hasil sawah/kebunnya,” kata Rambat.

Kondisi tersebut kata Rambat menggerakkan tim PPM UI untuk terjung langsung melakukan kegiatan pendampingan guna pemulihan usaha mikro di Sembalun, Lombok.

Tim memperluas cakupan pelatihan ke berbagai usaha mikro, diantaranya usaha cemilan kacang buncis, black garlic (bawang hitam), rengginang wortel, kopi wine, sambal terasi, gula aren, mete, kerupuk kentang, hingga souvenir, dan kedai penampung hasil pertanian.

“Kegiatan diawali dengan pendataan, kemudian memberikan pelatihan dan pendampingan usaha mikro, serta menyerahkan dukungan dana guna modal pengembangan usaha,” kata Rambat.

Rambat menjelaskan timnya tidak hanya memberikan pelatihan, namun menyalurkan dukungan dana untuk pemulihan usaha sejumlah Rp2.000.000 per usaha mikro.

“Untuk memastikan agar dana betul-betul dipergunakan untuk pemulihan usaha, kami tetap melakukan pengawasan melalui Whatsapp Group. Pendampingan dan pengawasan juga didukung oleh mentor lokal yang telah menjadi mitra kami. Peserta diberikan tugas, arahan dan dapat berkonsultasi langsung setiap saat dengan tim PPM UI,” ujar Rambat yang juga merupakan seorang Dosen Kewirausahaan dan Manajemen Pemasaran di FEB UI.

Rambat melanjutkan bahwa pelatihan pemulihan usaha telah dilakukan pada tanggal 7 September 2020 bertempat di Kedai Sawah, Sembalun. Tidak kurang dari 20 pelaku usaha mikro terpilih mengikuti kegiatan dengan antusias.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sembalun Bumbung, Sunardi mengapresiasi dukungan Tim PPM UI.

Menurutnya, Dr. Rambat dan tim dari UI telah terjun ke Sembalun sejak tiga tahun yang lalu. Pada saat itu, UI berupaya mendorong kelompok wanita tani agar dapat meningkatkan nilai tambah hasil panennya menjadi black garlic (bawang hitam) yang layak jual.

“Hingga saat ini usaha ini terus berlanjut meskipun agak terkendala dengan terjadinya musibah gempa dahsyat di Lombok pada tahun 2018,” katanya.

Senada dengan Sunardi, salah seorang pengusaha mikro, Murtadi yang memproduksi keripik kentang (Leofood) juga menyampaikan, baru kali ini dirinya mendapat perhatian dari pihak lain.

“kami terharu dan gembira, UI yang jauh ternyata punya kepedulian kepada kami-kami yang kini sedang terpuruk,” tandasnya.[]

Related Articles

Back to top button
Close